Jum'at, 10/07/2020 13:36 WIB

Asam Kandis Lampung Laris Manis di Pasar Australia dan Amerika Serikat

Pasar ekspor asam kandis masih dua negara saja yakni Australia dan AS, perlu dilakukan upaya untuk mendorongnya yakni dengan diplomasi pertanian dan harmonisasi peraturan teknis ke negara baru.

Pejabat karantian pertanian memperlihatkan asam kandis.(Foto: Barantan)

Bandar Lampung – Karantina Pertanian Lampung mencatat fasilitasi ekspor untuk komoditas asal subsektor hortikultura ini sejak bulan Januari hingga Juni 2020 tercatat 4,5 ton, sementara diperiode yang sama di tahun 2019 hanya sebanyak 1 ton saja.

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muhammad Jumadh, Peningkatan lebih dari empat kali lipat ini tentunya menjadi angin segar bagi petani dan juga pelaku usaha di Lampung.

"Komoditas yang bisa dikatakan unik ini telah memenuhi persyaratan teknis negara tujuan ekspor dan tentu masih perlu ditingkatkan kembali frekuensi dan volume ekspornya " kata Jumadh saat melakukan monitoring tindakan karantina terhadap 1,5 ton asam kandis senilai Rp686 juta dengan tujuan Australia dan Amarika Serikat (AS).

Menurut Jumadh, rempah khas tanah air yang juga banyak berasal dari wilayah kerjanya seperti cabai jamu, pala, lada dan cengkeh yang juga laris di pasar global.

"Untuk asam kandis (Garcinia xanthochymus) yang telah memasuki pasar global dan beberapa tahun terakhir terus menunjukan tren peningkatan," imbuhnya.

Jumadh juga menyebutkan, pasar ekspor asam kandis masih dua negara saja yakni Australia dan AS, perlu dilakukan upaya untuk mendorongnya yakni dengan diplomasi pertanian dan harmonisasi peraturan teknis ke negara baru.

Secara terpisah, Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) menyampaikan, pihaknya terus menggiatkan Gerakan Tiga Kali lipat Ekspor (Gratieks) atau meningkat nilai ekspor sebanyak 300% secara bertahap hingga empat tahun mendatang.

Berbagai kegiatan untuk mendongkrak gagasan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berupa pendampingan para pelaku usaha serta sinergisitas pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk lakukan berbagai terobosan ekspor.

"Dengan diterapkanya tatanan kehidupan baru ini, kinerja ekspor dapat lebih baik," tutur Jamil.

TAGS : Asam Kandis Lampung Australia Karantina Pertanian Amerika Serikat Ali Jamil




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :