Jum'at, 13/12/2019 22:26 WIB

Kemenkeu: 2020 Makin Menantang

Dinamika perubahan ekonomi global terkait dengan normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), fluktuasi harga komoditas, perang dagang dan proteksionisme, moderasi pertumbuhan di Tiongkok, maupun keamanan dan geopolitik dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Jakarta, Jurnas.com - Dinamika perubahan ekonomi dunia yang terus bergerak akan menjadi tantatangan bagi ekeonomi Indonesia pada tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, dinamika perubahan ekonomi global terkait dengan normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), fluktuasi harga komoditas, perang dagang dan proteksionisme, moderasi pertumbuhan di Tiongkok, maupun keamanan dan geopolitik dunia.

"Kondisi tersebut diperkirakan dapat berpengaruh terhadap nilai ekspor Indonesia, membuat volatilitas dari nilai tukar maupun aliran modal, dan biaya utang yang meningkat," kata Menteri Sri Mulyani, Selasa (8/10).

Ia menjelaskan bawah kondisi ini dipengaruhi beberapa faktor seperti banyak negara besar dunia yang saat ini cenderung mengalami potensi resesi, di antaranya Jerman, Singapura, Argentina, Meksiko, dan Brazil.

"Selain resesi, muncul juga permasalahan di Eropa terkait dengan Brexit, serta perang dagang antara Amerika dan China yang masih berlanjut tetap menjadi hal yang perlu diwaspadai," tambah Sri Mulyani.

Menteri Sri Mulyani menambahkan, munculnya potensi perang dagang di negara Asia antara Jepang dan Korea serta potensi kontraksi ekonomi India yang menjadi salah satu penggerak ekonomi di antara negara berkembang.

"Dari faktor pembuatan kebijakan, kenaikan dan pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika (The Fed) menjadi sesuatu yang tetap perlu diperhatikan serta ketidakpastian arah kebijakan beberapa negara akibat meningkatnya tensi politik dan geopolitik," jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa terdapat tantangan natural seperti pergantian iklim yang tidak menentu serta meningkatnya kasus kebakaran hutan di banyak negara termasuk Indonesia yang secara langsung telah mengganggu aktivitas ekonomi secara luas.

Sedangkan dari sisi internal, ada beberapa tantangan menarik baik bersifat temporer dan fundamental struktural.

"Kondisi iklim yang tidak menentu sebagaimana terjadi di dunia yang cenderung bersifat ekstrem khususnya musim kemarau panjang mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan di beberapa pulau utama di Indonesia termasuk potensi terjadinya gagal panen," jelasnya.

TAGS : Ekonomi Dunia Sri Mulyani Kementerian Keuangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :