Jum'at, 26/06/2026 04:40 WIB

Uhamka Bekali Mahasiswa Wawasan Budaya Jepang Lewat Eurasia Course





Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelesaikan serangkaian seminar Eurasia Course 2026 yang berlangsung pada 5 Maret-22 Juni 2026

Kegiatan Eurasia Course di kampus Uhamka (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelesaikan serangkaian seminar Eurasia Course 2026 yang berlangsung pada 5 Maret-22 Juni 2026, di kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Uhamka, Jakarta.

Seminar Eurasia Course merupakan program hibah dari Eurasia Foundation yang diberikan kepada Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP Uhamka, dengan tujuan mengedukasi mengenai perbedaan budaya dan bahasa antarnegara, yang terbagi menjadi 15 sesi.

Rektor Uhamka, Prof. Gunawan Suryoputro memberikan apresiasi atas program hibah Eurasia ini sebagai langkah mewujudkan internasionalisasi perguruan tinggi, dengan memberikan wawasan dari para pakar ilmu pengetahuan nasional dan mancanegara.

"Ini sarana dalam memperluas wawasan para mahasiswa mengenai perbedaan budaya, sejarah dan bahasa dari berbagai Negara terutama Jepang, sehingga meningkatkan motivasi mereka untuk lebih giat mempelajari dan mendalami bahasa asing, salah satunya bahasa Jepang," kata Gunawan dalam keterangannya pada Kamis (25/6).

Sementara itu, Yoji Sato selaku Founder Eurasia Foundation menyampaikan harapan besarnya untuk tindak lanjut kerja sama yang lebih luas, dengan kegiatan Eurasia Course ini sebagai permulaannya.

"Semoga kedepannya dapat diperluas hingga jejaring akademisi dalam bidang pendidikan dan penelitian kolaborasi," ujar Yoji Sato.

Selain Yoji Sato yang juga turut menjadi narasumber, seminar ini juga menghadirkan berbagai pembicara lintas negara. Antara lain Loch Leaksmy dari Royal University of Phnom Phen Kamboja, yang menjelaskan bahwa pendidikan dapat mengubah kehidupan seseorang, dan bahkan berkontribusi pada pembangunan sebuah bangsa.

Meskipun tumbuh dalam situasi Kamboja yang penuh konflik dan keterbatasan, Loch Leaksmy berhasil mengembangkan diri melalui pendidikan dan bahasa Jepang.

Mikihiro Moriyama dari Nanzan University Jepang, membagikan alasan budaya sangat penting dalam pembelajaran bahasa, lantaran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan mengurangi kesalahpahaman.

"Meskipun Indonesia dan Jepang memiliki banyak kesamaan budaya, pembelajar tetap perlu memahami perbedaan nilai dan cara berkomunikasi agar dapat berinteraksi secara lebih efektif dan menghargai budaya satu sama lain," kata Moriyama.

Dari dalam negeri, pembicara yang turut hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Indonesia, dan Uhamka.

KEYWORD :

Universitas Prof DR Hamka Bahasa Asing Uhamka Gunawan Suryoputro




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :