Jum'at, 26/06/2026 01:53 WIB

So Sweet! Macron Ajak PM Italia "Ketemuan", Istana: Saling Butuh





Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang baru saja terlibat perselisihan dengan pemimpin Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dijadwalkan bertemu Macron

Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan PM Italia Giorgia Meloni (Foto: AFP)

Paris, Jurnas.com - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang baru saja terlibat perselisihan dengan pemimpin Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (25/6), guna mempererat hubungan kedua negara.

Salah satu pemimpin sayap kanan paling terkemuka di Eropa ini akan tiba di resor Antibes di Riviera Prancis untuk pertemuan puncak bilateral pertamanya dengan Macron.

Pembicaraan ini menandai pertemuan puncak Prancis-Italia pertama sejak perjanjian aliansi strategis mulai berlaku pada 2021, yang meningkatkan hubungan ke tingkat yang sebanding dengan hubungan antara Prancis dan Jerman.

"Pertemuan puncak ini akan memberikan kesempatan untuk memperdalam kerja sama Prancis-Italia di beberapa sektor strategis, khususnya pertahanan, energi nuklir, dan ruang angkasa, karena kedua negara saling membutuhkan satu sama lain," demikian pernyataan pihak kepresidenan Prancis dikutip dari AFP.

"Kami membutuhkan satu sama lain," lanjut istana kepresidenan.

Sebelumnya, hubungan antara Macron dan Meloni sering kali tegang. Meskipun kedua pemimpin dari negara ekonomi terbesar Uni Eropa ini jauh dari sekadar sekutu alami, mereka berupaya meredakan ketegangan, terutama selama pertemuan empat mata di Roma pada Juni tahun lalu.

Pada April lalu, ketika para pemimpin berkumpul di Paris untuk pertemuan puncak guna mengamankan Selat Hormuz, Meloni tiba di Elysee dengan Alfa Romeo merah dan Macron menyambut pemimpin Italia itu dengan ciuman yang tampaknya membuat Meloni salah tingkah. Video keduanya langsung viral di media sosial.

Pakar pengamat Italia di Sciences Po Paris, Marc Lazar, mengatakan bahwa Meloni dan Macron akan mencoba membangun pemulihan hubungan, meskipun masih ada ketidaksepakatan yang menjadi bayang-bayang.

"Akan ada foto-foto, mereka akan berciuman mesra di kedua pipi, dan dia akan berhenti merajuk ketika melihat Macron," ujar Lazar.

Adapun Meloni sudah lama berusaha memposisikan dirinya sebagai jembatan antara Eropa dan Trump, namun setelah KTT G7 di Prancis, Meloni menjauhkan diri dari pemimpin AS tersebut karena menganggap serangan konstan yang tidak beralasan. Situasi ini diyakini akan menyenangkan Macron.

Di sisi lain, dosen ilmu politik di Universitas Luiss Roma, Sergio Fabbrini, menyatakan bahwa Meloni sebelumnya menggunakan hubungannya dengan Trump untuk melemahkan Uni Eropa.

"Kini ia mendapati dirinya tanpa Trump dan terpaksa kembali ke Uni Eropa, khususnya dalam hal pertahanan," kata dia.

Macron dan Meloni memiliki kesamaan pandangan pada beberapa isu, termasuk penolakan terhadap perjanjian perdagangan bebas Uni Eropa dengan blok Mercosur di Amerika Selatan.

Namun, mereka tetap terpecah pada isu-isu lain, seperti desakan Italia untuk pusat penahanan migran di luar Uni Eropa. Berbeda dengan Macron, Meloni menentang pengiriman pasukan Italia ke Ukraina, bahkan dalam skenario pascaperang, untuk memberikan jaminan keamanan kepada Kyiv.

KEYWORD :

Emmanuel Macron Giorgia Meloni Hubungan Macron dan Meloni




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :