Presiden AS Donald Trump (Foto: Dennis Schneidler-Imagn/Reuters)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington kini lebih mengandalkan tekanan ekonomi ketimbang serangan militer baru untuk mendorong Iran menuju kesepakatan damai.
"Kami mengambil pendekatan yang lebih tenang (low-key)," ujar Trump dalam wawancara dengan Axios pada Minggu (10/8), mengisyaratkan langkah yang lebih berhati-hati usai konflik berbulan-bulan sembari menambahkan bahwa AS "hanya bernegosiasi setengah hati" dengan Teheran seraya memantau dampak perang terhadap perekonomian Iran.
Ia menyebut kondisi keuangan Iran berada dalam "kondisi yang sangat buruk," merujuk pada tingginya inflasi dan kesulitan membayar pasukannya sendiri. Trump pun mengklaim blokade laut AS yang berlaku sejak April berhasil memperdalam tekanan ekonomi tersebut.
Trump juga menilai penurunan harga minyak dunia, yang kini berada tepat di atas 75 dolar AS per barel, telah meringankan beban ekonomi bagi konsumen di Amerika Serikat.
"Semuanya akan membaik. Ini selalu berakhir baik. Ini mirip permainan catur," tegasnya.
Pernyataan Trump mengemuka saat perundingan yang dimediasi Oman mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran sipil berada di ambang titik terang. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bulan ini bahwa negosiasi telah memasuki tahap "akhir", dengan kedua belah pihak kian dekat mencapai kesepakatan mengenai koordinat rute pelayaran baru yang melintasi selat tersebut.
Kendati demikian, Teheran menegaskan tidak akan membuka penuh jalur perairan strategis tersebut sampai AS "memperbaiki perilakunya", yang mencakup tuntutan pencabutan blokade laut, penghentian aksi militer, hingga pembayaran ganti rugi perang.
Gencatan senjata yang sempat dicapai pada Juni lalu runtuh hanya beberapa pekan kemudian akibat perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz, yang berujung pada pecahnya kembali pertempuran.
Sejak saat itu, Iran terus melancarkan serangan berkala ke markas-markas militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Teheran mengumumkan blokade laut terpisah terhadap Arab Saudi bulan lalu.
Laporan terbaru turut mengindikasikan adanya gesekan antara Washington dan Israel terkait lambatnya upaya AS dalam meredakan pertempuran di pelbagai lini, termasuk di Gaza dan Lebanon.
Sumber: Aljazeera
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Iran AS Perang Iran Tekanan Ekonomi Donald Trump






















