Pesawat tempur F-35 Angkatan Udara Korea Selatan, terlihat dalam file foto yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan. (Foto: Kementerian Pertahanan Korea Selatan via AP)
Washington, Jurnas.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melancarkan penyelidikan, usai komponen dari jet tempur paling canggih milik AS, F-35, dilaporkan mendarat di Hong Kong dan kini berada dalam penguasaan China.
Dikutip dari Associated Press pada Kamis (24/9), F-35 Joint Program Office membenarkan adanya masalah pengiriman yang melibatkan komponen jet siluman tersebut.
"Kami bekerja secara aktif bersama otoritas AS dan mitra industri untuk merebut kembali komponen-komponen ini, menyelidiki insiden yang terjadi, serta menerapkan mekanisme pengamanan demi mencegah kejadian serupa di masa depan," tulis kantor program tersebut dalam pernyataan resminya.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles membenarkan bahwa komponen jet tersebut dialihkan ke Hong Kong saat menjawab pertanyaan wartawan pada Selasa.
Kendati demikian, Marles membantah bahwa bagian yang hilang tersebut mencakup peralatan yang bersifat sensitif. Australia merupakan salah satu negara sekutu yang mengoperasikan armada F-35 buatan Lockheed Martin.
Berdasarkan laporan Bloomberg, komponen yang kini berada di tangan China mencakup kanopi kokpit dan pintu kompartemen senjata.
Pengiriman tersebut dilaporkan tersasar ke Hong Kong beberapa bulan lalu saat berada dalam perjalanan dari Australia menuju Amerika Serikat untuk perbaikan atau pembuangan. Belum diketahui secara pasti bagaimana rute pengiriman kargo tersebut dapat teralihkan.
Media Politico melaporkan bahwa insiden ini telah memicu penyelidikan dari Kongres AS, atas kekhawatiran bahwa Beijing dapat mengakses teknologi rahasia dari pesawat tempur generasi kelima tersebut.
Insiden ini mengemuka bertepatan dengan kedatangan Pemimpin China Xi Jinping di Washington untuk kunjungan kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump.
Meskipun F-35 dilengkapi dengan teknologi mutakhir seperti pelapis anti-radar dan sensor canggih, para pengamat militer menilai bahwa pembaruan sistem secara berkala oleh militer AS diharapkan dapat meminimalkan risiko kebocoran teknologi dari komponen fisik yang dialihkan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Jet Tempur F-35 Hubungan AS dan China Departemen Pertahanan Penyelidikan Pentagon






















