Sabtu, 21/09/2019 01:37 WIB

Film Tentang Kemanusiaan di Palestina

Film berjudul “Hayya The Power of Love 2” diisukan berbau politik. Sang penulis, Asma Nadia langsung meluruskan isu tersebut.

Penulis Asma Nadia dan para pemain serta crew film terbarunya. (Foto : Jurnas/Ginting).

Jakarta, Jurnas.com- Penulis muda Asma Nadia sangat aktif didunia tulis menulis. Karyanya yang berjudul “Hayya The Power of Love 2” kembali diangkat ke layar lebar. Seperti diketahui, karya Asma Nadia sebelumnya yang berjudul “Rumah Tanpa Jendela”, “Emak Ingin Naik Haji”, dan “Surga Yang Tak Dirindukan” sukses dipasaran baik dalam bentuk buku dan juga film.

Film “Hayya The Power of Love 2” sendiri memiliki keterkaitan dengan film “212 The Power of Love” yang dirilis pada Mei 2018 silam. Namun dijelaskan Asma Nadia, ada perbedaan mendasar antara film pertama dan kedua baik dari sisi cerita dan lainnya.

"Universe-nya sama tapi ceritanya berdiri sendiri. Film ini berisi pesan kemanusiaan, dalam konteks Palestina," jelas Asma Nadia, associate producer di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019) kemarin.

Ungkapan Asma Nadia itu sekaligus menampik isu tentang film ini bermuatan politis dan berpolitik. Tidak sendiri, Asma Nadia ditemani Oki Setiana Dewi dan Helvy Tiana Rosa sebagai produser di film itu.

Dijadwalkan, film tersebut akan tayang di bioskop pada 19 September 2019 mendatang. Sekadar diketahui, film ini juga diperkuat oleh pemeran Fauzi Baadila, Ria Ricis, Asma Nadia, Hamas Syahid dan juga Amma Hasanah Shahab sebagai Hayya. Sementara itu syuting dilakukan di Jakarta, Yogyakarta, dan sebagian kecil Palestina.

Asma Nadia menegaskan bahwa filmnya merupakan film tentang kemanusiaan. "Untuk peduli pada saudara kita di Palestina, kan tidak perlu menjadi Islam. Cukup menjadi manusia. Jadi film ini sebenarnya tentang kemanusiaan," tandas Asma Nadia.

Film ini berkisah mengenai Rahmat, seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, memutuskan untuk menjadi relawan kemanusiaan. Ia pun akhirnya menjadi relawan kemanusiaan di Palestina. Di sana ia bertemu dengan Hayya, gadis kecil yatim piatu korban konflik Palestina.

Hubungan keduanya menjadi sangat dekat dan menjadi lucu ketika Hayya tak memperkenankan Rahmat untuk pulang ke Indonesia dan menikah dengan perempuan bernama Yasna. Di sinilah terjadi sebuah kisah menarik, kompleks namun menghibur sebagai film keluarga.

"Film ini dilandasi niat baik. Niat baik kalau terpapar obsesi kan jadinya tidak baik. Kalau ditanya target penonton, saya minta doanya saja," pinta Asma Nadia.

TAGS : Kabar Artis Asma Nadia Palestina




TERPOPULER :