Ilustrasi - Hari Hepatitis Sedunia setiap 28 Juli (Foto: KOMPAS)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 28 Juli, masyarakat internasional memperingati Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day).
Peringatan tahunan yang digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis, mendorong tindakan pencegahan, serta memperluas akses penanganan medis bagi para penderita.
Sejarah penetapan Hari Hepatitis Sedunia memiliki latar belakang historis dan ilmiah yang kuat.
Tanggal 28 Juli dipilih secara khusus untuk menghormati hari kelahiran Dr. Baruch Samuel Blumberg, seorang ilmuwan dan dokter asal Amerika Serikat yang memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1976.
Dr. Blumberg merupakan sosok kunci yang berhasil mengidentifikasi virus Hepatitis B pada tahun 1967 dan kemudian mengembangkan vaksin pertama untuk penyakit tersebut.
Sebelum ditetapkan pada 28 Juli, aksi kepedulian terhadap hepatitis awalnya diprakarsai oleh kelompok pasien global.
Pada tahun 2004, World Hepatitis Alliance yang bekerja sama dengan berbagai organisasi pasien merayakan International Hepatitis C Awareness Day pertama kali pada tanggal 1 Oktober.
Momen ini menjadi cikal bakal gerakan terorganisasi yang menuntut perhatian lebih besar dari pemerintah dunia terhadap ancaman hepatitis.
Seiring meningkatnya eskalasi kasus dan kebutuhan akan respons kesehatan global yang bersatu, WHO merespons tuntutan ini dalam Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) ke-63 pada Mei 2010.
Melalui adopsi resolusi WHA63.18, WHO secara resmi mengadopsi peringatan tersebut dan menggeser tanggal perayaannya ke 28 Juli untuk mengenang warisan Dr. Blumberg. Peringatan resmi pertama di bawah naungan WHO mulai digelar pada tahun 2011.
Langkah penetapan ini diambil mengingat dampak fatal dari infeksi virus hepatitis yang terdiri dari tipe A, B, C, D, dan E.
Penyakit ini sering kali dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena dapat merusak organ hati secara perlahan tanpa menimbulkan gejala awal yang jelas.
Tanpa deteksi dini dan penanganan yang tepat, infeksi kronis dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.
Kini, peringatan Hari Hepatitis Sedunia tidak sekadar menjadi momen kenangan atas penemuan medis masa lalu, melainkan batu loncatan bagi kampanye penanggulangan global.
Setiap tahunnya, WHO memanfaatkan momentum ini untuk menggalang aksi nyata guna menekan angka penularan, menghapus stigma terhadap pasien, serta mengupayakan target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli



















