Senin, 23/09/2019 13:52 WIB

Kementan Revolusi Wajah Pertanian jadi Modern

Program-program yang dilakukan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sesuai dengan visi utama PERAGI.

Kementan Melakukan Pelatihan Alsintan di Subang, Rabu (25/4)

Jakarta, Jurnas.com - Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang berhasil merevolusi wajah pertanian Indonesia dari tradisional menjadi lebih modern dalam lima tahun terakhir.

"Kami melihat gerakan revolusi dan inovasi yang dilakukan Kementan dibawah pimpinan Pak Andi Amran Sulaiman sudah membawa perubahan signifikan dan hasil yang dirasakan oleh petani," ujar Ketua Umum PERAGI, Moh. Syakir di Bogor, Sabtu (7/9).

Syakir menilai program-program yang dilakukan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sesuai dengan visi utama oraganisasinya, yaitu menghasilkan sistem pertanian moderen dan efisien dengan berbasiskan penerapan inovasi teknologi di bidang agronomi.

"Penerapan teknologi dan inovasi terbaru di bidang agronomi sangat terlihat dalam kebijakan Mentan saat ini, seperti program optimalisasi pemanfaatan lahan sub optimal, penggunaan bibit unggul, peningkatan produksi dan produktivitas, juga usaha mendorong peningkatan nilai tambah komoditas melalui peningkatan kualitas produk pertanian," jelasnya.

Usaha mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi juga dinilai sukses. Berdasarkan data Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan), Badan Litbang Pertanian, pada 2018, level mekanisasi pertanian Indonesia meningkat 236 persen menjadi 1,68 HP (horse power) per hektare, dari sebelumnya 2015 level mekanisasi pertanian Indonesia baru 0,5 HP per hektare.

Syakir mengatakan, pertanian Indonesia juga mampu berbicara banyak di forum internasional, serta mendapat pengakuan dari Badan Dunia dan negera-negara sahabat. Bahkan sebelumnya, Bappenas menilai belanja alsintan Kementan merupakan inovasi pendanaan pemerintah karena mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Bappenas mengatakan peningkatan 1 persen belanja Alsintan, maka akan mendorong 0,33 persen peningkatan subsektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian di daerah. Ini luar biasa sekali," ujar Syakir.

Selain itu, Syakir  menilai pertumbuhan sektor pertanian sebesar 3,7 dan mampu melewati target yang ditetapkan sebesar 3,5 merupakan capaian kinclong Menteri Pertanian saat ini.

Sekedar diketahui, PERAGI adalah organisasi profesi para profesional, pemerhati, dan pecinta ilmu terapan di bidang pertanian. Sedangkan agronomi adalah salah satu cabang utama ilmu pertanian yang dirintis para gurur besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 1977.

"Ilmu ini mencakup tentang perbenihan, pertanaman/budidaya hingga masa panen," ujarnya.

Untuk terus membumikan itu, kata Syakir, Perhimpunan Agronomi Indonesia dalam waktu dekat akan mengadakan Kongres besar. Rencananya, acara akan dihadiri oleh ratusan delagasi dari 34 provinsi seluruh Indonesia pada 24 September 2019.

"Kami menilai pertanian dalam lia tahun terakhir sudah sangat berubah dan telah mengubah mindset kita ke memodernisasi industri dan teknologi pertanian. Harapan kami Presiden Jokowi tetap mempertahankan dan melanjutkan program-program seperti ini," tandasnya.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Pertanian Modern Agronomi Indonesia




TERPOPULER :