Kamis, 25/06/2026 20:58 WIB

Pemerataan Dokter Spesialis Harus Sejalan dengan Kualitas Pendidikan





Pendidikan dokter spesialis sangat bergantung pada proses pembelajaran di lapangan, termasuk paparan terhadap berbagai jenis kasus. Ini harus terus dipastikan

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar, Adela Kanasya Adies. (Foto: Dok. JPNN)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi X DPR RI, Adela Kanasya Adies, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based residency).

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus mendukung pemerataan tenaga kesehatan di berbagai daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis. Namun, percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan mutu pendidikan dan kompetensi lulusan.

“Saya melihat tujuan dari program spesialis berbasis rumah sakit ini sangat baik, terutama untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah. Saya sangat mengapresiasi semangat besar di balik kebijakan ini,” kata Adela dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Politikus Golkar itu menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan rumah sakit pendidikan, terutama dalam menyediakan tenaga pendidik klinis dan pembimbing yang kompeten.

Menurut Adela, kualitas pendidikan dokter spesialis tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga proses pembelajaran klinis yang berlangsung secara langsung di lapangan.

“Pendidikan dokter spesialis sangat bergantung pada proses pembelajaran di lapangan, termasuk paparan terhadap berbagai jenis kasus. Ini harus terus dipastikan agar kompetensi lulusan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah perlu memastikan peserta didik memperoleh pengalaman klinis yang memadai dan beragam, termasuk penanganan kasus dengan tingkat kompleksitas berbeda. Hal itu penting agar dokter spesialis yang dihasilkan tetap memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Selain aspek mutu pendidikan, Adela juga mendorong agar program tersebut benar-benar difokuskan untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.

“Menekankan agar program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah yang kekurangan,” katanya.

Adela menilai percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas pendidikan. Menurut dia, kedua aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Jangan sampai semangat mempercepat pemenuhan dokter spesialis justru mengurangi kualitas pendidikan yang selama ini menjadi fondasi utama pelayanan kesehatan. Kualitas lulusan harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adela menekankan pentingnya memastikan para lulusan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit dapat kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan.

Dengan demikian, tujuan pemerataan layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di seluruh Indonesia dapat tercapai secara optimal.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi X Adela Kanasya Adies dokter spesialis tenaga kesehatan Politikus Golkar




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :