Selasa, 15/10/2019 08:26 WIB

Tiga Jurus Menlu Retno Hadapi Situasi Ekonomi Global

Mekanisme kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, maupun antara dunia usaha Indonesia dan Kuwait harus terus diperkuat

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, berasa Forum Bisnis Indonesia-Kuwait di Gedung Kamar Dagang dan Industri Kuwait di Kuwait City, Senin 2 September 2019. (Foto: Kemenlu)

Kuwait City, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan tiga hal menyikapi situasi ekonomi global saat ini di Forum Bisnis Indonesia-Kuwait di Gedung Kamar Dagang dan Industri Kuwait di Kuwait City, Senin (2/9).

Poin pertama, Retno menekankan, penguatan kolaborasi antara Pemerintah dan dunia usaha. Pemerintah dan dunia usaha harus bergerak bersama.

"Kata kuncinya adalah sinergi," ujar Retno.

Menurut Retno, mekanisme kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, maupun antara dunia usaha Indonesia dan Kuwait harus terus diperkuat. Sebab, mekansime ini dapat memfasilitasi komunikasi semua pemangku kepentingan Indonesia dan Kuwait.

Poin selanjutnya, infrastruktur bisnis Indonesia-Kuwait perlu terus diperkuat. Misalnya, memfasilitasi akses pasar produk kedua negara adalah cara efektif untuk mendorong peningkatan volume perdagangan kedua negara.

"Saat ini Indonesia dan Kuwait sepakat membentuk Komite Dagang Bersama untuk memfasilitasi perdagangan Indonesia-Kuwait," ujar Retno.

Ketiga, Memfokuskan kerja sama pada sektor yang menjadi unggulan Indonesia dan Kuwait. "Kerja sama pada sektor energi dan e-commerce adalah sektor unggulan bagi kerja sama Indonesia dan Kuwait kedepan," ujar Retno.

Forum Bisnis Indonesia-Kuwait ini dihadiri lebih dari 60 pengusaha kedua negara khususnya sektor UMKM yang melibatkan sektor Migas, Digital dan e-commerce, Pertanian, Perikanan, Kesehatan, Pendidikan, Retail, Keuangan Syariah, UKM, Konstruksi, Jasa, Pakaian Muslim, dan Pariwisata.

Forum bisnis ini menghasilkan beberapa kesepakatan bisnis di bidang perikanan, komoditi, digital research untuk UMKM dan E-Commerce, Big Data & Teknologi Artificial Intelligince (AI) senilai sekitar USD13 juta.

Forum bisnis yang digelar merupakan tindaklanjut instruksi Presiden RI untuk menjadikan KBRI sebagai garda terdepan upaya Indonesia untuk menarik investasi dan mendorong ekspor.

TAGS : Retno Marsudi Ekonomi Global Kuwait




TERPOPULER :