Jum'at, 19/06/2026 05:08 WIB

Ini Doa yang Dibaca Rasulullah saat Sedang Gembira dan Sedih





Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari roda yang berputar, adakalanya kita berada di puncak kebahagiaan, namun tak jarang pula kita diuji.

Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Jurnas.com - Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari roda yang berputar, adakalanya kita berada di puncak kebahagiaan, namun tak jarang pula kita diuji dengan kesedihan yang mendalam.

Dalam menghadapi pasang surut emosi ini, Rasulullah SAW telah memberikan teladan yang luar biasa tentang bagaimana seorang hamba seharusnya bersikap.

Melalui sebuah riwayat berharga dari Imam Ja`far ash-Sadiq (a.s.) yang mendokumentasikan kebiasaan harian Nabi Muhammad SAW, terungkap bahwa beliau memiliki ucapan khusus yang konsisten dilafalkan, baik saat menerima kabar gembira maupun ketika dirundung duka.

Ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, sukses, atau mendatangkan kebahagiaan, Rasulullah SAW tidak pernah larut dalam euforia yang berlebihan hingga melupakan Sang Pencipta. Beliau langsung memuji Allah SWT dengan mengucapkan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ

Artinya: "Segala puji bagi Allah atas nikmat ini."

Ucapan ini menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan dan kebahagiaan yang kita rasakan bukanlah semata-mata karena kehebatan diri sendiri, melainkan murni karena keridaan dan anugerah dari Allah SWT.

Sebaliknya, saat ujian datang menerpa dan menghadirkan rasa sedih atau kecewa, Rasulullah SAW tidak lantas mengeluh, protes, ataupun berputus asa. Dalam kondisi yang paling berat sekalipun, lisan suci beliau tetap melantunkan pujian kepada-Nya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Artinya: "Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan."

Kalimat ini mencerminkan puncak ketauhidan dan rida terhadap takdir. Beliau mengajarkan umatnya untuk tetap bersyukur karena di balik setiap musibah, selalu ada hikmah, pengampunan dosa, dan ketetapan terbaik yang telah diatur oleh Allah SWT.

Kisah inspiratif mengenai manajemen emosi spiritual Rasulullah SAW ini abadi dalam salah satu literatur hadis terkemuka, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Sadiq (a.s.):

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ (ص) إِذَا وَرَدَ عَلَيْهِ أَمْرٌ يَسُرُّهُ قَالَ «الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ» وَ إِذَا وَرَدَ عَلَيْهِ أَمْرٌ يَغْتَمُّ بِهِ قَالَ «الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ»

Artinya: "Adalah Rasulullah (saw) apabila menghadapi suatu perkara yang menggembirakannya, beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillah ala hadzihin ni’mah’ (Segala puji bagi Allah atas nikmat ini). Dan apabila menghadapi suatu perkara yang menyedihkannya, beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillah ala kulli hal’ (Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan).” (HR. Al-Kafi, jilid 2, halaman 97).

Dengan mengamalkan kedua doa singkat ini, seorang Muslim diajarkan untuk memiliki mental yang stabil, seperti tidak sombong saat di atas, dan tidak hancur saat di bawah.

Menjadikan Alhamdulillah sebagai respons pertama dalam segala situasi adalah kunci utama menjemput ketenangan hati yang hakiki.

KEYWORD :

Info Keislaman Rasulullah SAW Bersyukur dan Sedih Bacaan Doa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :