Rabu, 03/06/2020 03:39 WIB

Wanita Arab Saudi Kini Bisa Pergi Tanpa Ijin Wali

Arab Saudi akan mengizinkan perempuan untuk bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan dari wali laki-laki.

Dalia Yashar adalah salah satu siswa Saudi pertama yang mendaftar untuk menjadi pilot komersial [Hamad Mohammed / Reuters]

Jakarta, Jurnas.com - Arab Saudi akan mengizinkan perempuan untuk bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan dari wali laki-laki. Hal itu diumumkan pemerintah yang sekaligus mengakhiri pembatasan yang mendapat kecaman internasional dan mendorong upaya ekstrem untuk melarikan diri dari kerajaan.

Keputusan itu diumumkan pada Jumat setelah upaya besar-besaran oleh wanita untuk melarikan diri dari wali mereka, meskipun serangkaian reformasi termasuk keputusan bersejarah tahun lalu yang membatalkan satu-satunya larangan di dunia pada pengendara wanita.

Reema Bandar Al-Saud, duta besar wanita pertama Arab Saudi untuk Amerika Serikat, juga mengkonfirmasi laporan itu di sebuah pos media sosial.

"Peraturan baru ini adalah sejarah yang sedang dibuat. Mereka menyerukan keterlibatan yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam masyarakat kita," katanya dilansir Al-Jazeera.

Tidak jelas kapan pesanan akan berlaku. Jika diterapkan, reformasi tengara ini mengakhiri sistem perwalian yang telah lama berlaku yang menjadikan perempuan dewasa sebagai anak di bawah umur yang sah dan memungkinkan "wali" mereka (suami, ayah, dan kerabat lelaki lainnya) untuk menggunakan wewenang sewenang-wenang atas mereka.

"Paspor akan diberikan kepada warga negara Saudi yang mengajukan aplikasi," kata putusan pemerintah yang diterbitkan dalam berita resmi, Umm al-Qura.

Peraturan tersebut secara efektif memungkinkan perempuan berusia di atas 21 untuk memperoleh paspor dan meninggalkan negara tanpa izin wali mereka, surat kabar pro-pemerintah Okaz dan media lokal lainnya melaporkan, mengutip otoritas senior.

Wanita di kerajaan telah lama meminta izin dari "wali" laki-laki mereka untuk menikah, memperbarui paspor mereka atau keluar dari negara itu.

Reformasi memberi perempuan otonomi dan mobilitas yang lebih besar, surat kabar Saudi Gazette yang pro-pemerintah mengatakan, memuji keputusan itu sebagai "satu lompatan besar bagi perempuan Saudi".

Keputusan itu disambut dengan kegembiraan di media sosial, dengan tagar "Tidak ada perwalian atas perjalanan wanita" mendapatkan daya tarik dan banyak posting meme lucu wanita melarikan diri dengan koper dan dikejar oleh pria.

"Beberapa impian wanita dibatalkan karena ketidakmampuan untuk meninggalkan negara itu dengan alasan apa pun untuk belajar di luar negeri, kesempatan kerja, atau bahkan melarikan diri jika diinginkan," kata pengusaha Saudi, Muna Abu Sulayman di Twitter.

TAGS : Arab Saudi Perjalanan Wanita




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :