Minggu, 26/05/2019 00:48 WIB

Benny: Prabowo Mungkin Dipengaruhi Masalah Kejiwaan Sehingga Tak Akui Quick Count

Sikap Prabowo ini bisa dipengaruhi kejiwaannya, psikisnya yang dalam istilah Bang Rizal Mallarangeng (Ketua DPD Golkar DKI Jakarta) itu delusi.

Benny Ramdhani

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Kampanye TKN 01 Jokowi-KH Ma`ruf Amin, Benny Ramdhani menilai, sikap Prabowo Subianto yang tak mau mengakui hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei kredible bisa jadi akibat kejiwaan Prabowo yang bermasalah.

"Ini bisa dipengaruhi kejiwaannya, psikisnya yang dalam istilah Bang Rizal Mallarangeng (Ketua DPD Golkar DKI Jakarta) itu delusi. Ini kan sikap kejiwaan ya, yang sebenarnya bisa diperbaiki lah," ujar Benny diwawancarai di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Benny juga menilai, sikap Prabowo yang kekeh tak mau menerima hasil quick count bisa juga karena dipengaruhi oleh sikap orang sekelilingnya.

"Di sekelilingnya Pak Prabowo kan ada penumpang gelap. Seperti saya pernah katakan, di paslon 02 ini ada penumpang gelap, gerombolan politik terorganisir bernama HTI yang punya agenda dan cita-cita politik tersendiri yang kemudian menumpang di Paslon 02," tegas Benny.

Menurut Benny, yang dibutuhkan saat ini adalah kejujuran semua pihak, khususnya Prabowo Subianto untuk menghormati lembaga kredibel yang telah melakukan quick count.

Benny mengingatkan, quick count dilakukan oleh lembaga yang sangat kredible, lembaga yang diisi oleh orang-orang dengan rekam jejak bersih dan berintegritas.

"Quick count tidak hanya saat Pilpres saja, tapi juga Pilkada, dan negara-negara lain di dunia juga melakukan itu," beber politikus Hanura ini.

Ia menjelaskan, baik survei, exitpoll, quick count, hingga real count adalah metode ilmian yang dilakukan lembaga dengan kredibilitas terjaga.

"Survei itu bisa dikalahkan oleh exitpoll, kemudian exitpoll bisa sikalahkan oleh quick count, dan quick count bisa sikalahkan melalui real count," tegasnya

Benny mengingatkan, saat Pilgub DKI Jakarta, Prabowo sangat mengakui quick count ketika itu Anies-Sandiaga menang. Bahkan Prabowo langsung konfrensi pers dan deklarasi kemenangan Anies-Sandi.

"Tapi sekarang kok malah menolak hasil quick count. Ini kan sikap ambigu Prabowo. Sikap yang tidak menunjukkan seorang negarawan. Tak cocok dengan klaim patriotik, sapta marga. Sebaliknya Prabowo malah mencoba mendeligitimasi lembaga kredible," beber Benny.

TAGS : Benny Ramdhani Prabowo Quick Count




TERPOPULER :