Senin, 30/03/2020 04:17 WIB

KPK Dalami Sumber Uang Suap Meikarta dari Lippo Group

KPK terus menelusuri sumber uang suap perizinan Meikarta dari petinggi Lippo Group. Salah satunya, eks Presiden Direktur (Presdir) Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri sumber uang suap perizinan Meikarta dari petinggi -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group. Salah satunya, eks Presiden Direktur (Presdir) Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan Toto dalam rangka mendalami sumber uang suap megaproyek milik -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group tersebut. Turut diduga Toto berperan penting dalam kasus suap yang menyeret sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten Bekasi itu.

"KPK mendalami dugaan peran saksi (Toto) di -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group terkait perizinan Meikarta dan pemberian uang ke Pemkab Bekasi oleh para tersangka," kata Febri, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Sabtu (10/11).

Kata Febri, meskipun Toto secara formil tidak lagi menjabat sebagai Presdir, namun penyidik KPK menduga secara materil masih memiliki peran kuat di -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group.

"Kami klarifikasi dugaan peran yang bersangkutan tentang sumber uang suap tersebut," tegas Febri.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group Billy Sindoro dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Selain Billy dan Neneng, KPK juga menjerat tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Lippo Group Suap Meikarta James Riady -




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :