Kamis, 17/10/2019 16:18 WIB

Ayam dan Telur Surplus, Kementan Dorong Konsumsi Protein Masyarakat

1970-an kontribusi daging unggas hanya sebesar 15 persen, tetapi pada  2017 produksinya mencapai 2.147,21 ribu ton atau 66,34 persen terhadap produksi daging secara keseluruhan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menyematkan Offie Dwi Natalia dan Andi Muhammad Ricki Rosali sebagai Duta Ayam dan Telur Periode 2018–2021.

Jakarta -  Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan) I Ketut Diarmita mengajak masyarakat  gemar mengonsumsi daging dan telur ayam.

Hal itu disampaikan usai menyematkan Offie Dwi Natalia dan Andi Muhammad Ricki Rosali sebagai Duta Ayam dan Telur Periode 2018–2021, di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut Ketut, kebutuhan nutrisi terutama protein hewani sangat penting untuk diperhatikan. Protein hewani mengandung asam amino yang tidak tergantikan yang berfungsi sebagai zat pembangun dan mempengaruhi metabolisme. Protein hewani juga merupakan unsur sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

Protein hewani merupakan makanan terjangkau untuk masyarakat Indonesia terutama telur dan daging ayam. Kedua komoditas tersebut dinyatakan surplus, bahkan sudah ekspor ke berbagai negara. Data statistik peternakan menunjukkan peningkatan tajam pada produksi unggas nasional.

Jika pada awal tahun 1970-an kontribusi daging unggas hanya sebesar 15 persen, tetapi pada  2017 produksinya mencapai 2.147,21 ribu ton atau 66,34 persen terhadap produksi daging secara keseluruhan.

Produksi telur juga memiliki kontribusi yang cukup besar. Dari total produksi telur secara keseluruhan sebanyak 1.970.853 ton, telur ayam buras mencapai sebanyak 196.138 ton (9,95 persen), sedangkan ayam ras petelur sebanyak 1.428.195 ton (72,47 persen), dan telur itik sebanyak 290.110 ton (14,72 persen).

Untuk ekspor telur ayam tetas, mulai dilakukan sejak 2015 ke Myanmar dan hingga Oktober 2018 jumlah kumulatif yang sudah diekspor sebanyak 11.003.358 butir dengan nilai Rp117,04 miliar rupiah.

Sedangkan ekspor produk olahan daging ayam mulai dilakukan dari tahun 2016 hingga September 2018 sebanyak 118,81 ton dengan nilai 9,5 Miliar rupiah. Adapun negara tujuan ekspor yaitu Jepang, Australia, Hongkong, Timor Leste, Qatar, India, PNG, Saudi Arabia, Singapura dan Korea Selatan.

Sekedar diketahui, pasangan yang terpilih sebagai Duta Ayam dan Telur selama tiga tahun ke depan akan menjadi ikon bidang perunggasan yang diharapkan dapat mengajak dan mempengaruhi masyarakat agar senantiasa gemar mengonsumsi daging dan telur ayam.

Ketut menyebut, ajang tersebut merupakan langkah yang sangat tepat untuk mencari ikon yang berpengaruh dalam mengkampanyekan pentingnya protein hewani asal unggas bagi masyarakat. Terutama dalam meningkatkan konsumsi daging dan telur ayam.

TAGS : Ekspor Impor Protein Hewani Ekspor Telur




TERPOPULER :