Sabtu, 15/12/2018 03:53 WIB

Golkar Ikut Tanggung Jawab Atasi Masalah Ekonomi Nasional

Perekonomian Indonesia sedang mendapat tekanan yang cukup besar dengan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang cukup dalam hingga mencapai Rp 14.900.

Pimpinan Partai Golkar saat jumpa pers soal Arah Baru Politik Anggaran Partai Golkar

Jakarta - Perekonomian Indonesia sedang mendapat tekanan yang cukup besar dengan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang cukup dalam hingga mencapai Rp 14.900.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, partainya memahami kondisi, tantangan dan resiko yang sedang dihadapi perekonomian nasional saat ini. Menurutnya, permasalahan ini harus dilihat sebagai permasalahan bangsa.

"Pemerintah tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa," kata Airlanga, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/9).

Oleh karena itu, kata Airlangga, Partai Golkar hadir dan ikut bertanggungjawab terhadap kondisi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

"Partai Golkar akan mengambil peran terdepan untuk berjuang bersama seluruh elemen bangsa dalam mengatasi persoalan perekonomian nasional," katanya.

Pada kesempatan itu, Partai Golkar mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, bangkit dan menunjukkan rasa patriotisme dan nasionalisme dengan mengambil bagian untuk mengatasi krisis yang sedang dihadapi pemerintah.

Kata Airlangga, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS ini disebabkan oleh kondisi perekonomian global, khususnya kebijakan normalisasi bank sentral AS (the fed) dengan menaikan tingkat suku bunganya hingga mencapai 2 persen.

"Perang dagang AS-China, serta krisis ekonomi yang dialami oleh Turki dan Argentina. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut di tahun 2019," terang Menteri Perindustrian itu.

Perlu diketahui, saat ini DPR dan pemerintah sedang membahas RAPBN Tahun 2019 yang terdiri dari Pendapatan Negara sebesar Rp 2.142,5 triliun dan Belanja Negara sebesar Rp 2.439,7 triliun, sehingga defisit Anggaran sebesar Rp 297,2 triliun atau sebesar 1,84 persen.

"Dalam membiayai defisit anggaran tersebut, Pemerintah melakukan pembiayaan utang sebesar Rp 359,3 triliun. Tambahan utang tersebut akan menjadikan total utang diperkirakan menjadi Rp 4.685 triliun pada 2019," demikian Airlangga.

TAGS : Nilai Tukar Rupiah Dolar AS Partai Golkar




TERPOPULER :