Minggu, 18/11/2018 10:26 WIB

Indonesia Dapat Investasi Baru dari Korsel

Penguatan kerjasama ekonomi RI-Korea, termasuk mengajak pelaku usaha Korea memanfaatkan potensi pariwisata dan industri kreatif di Indonesia

Indonesia menjalin kerjasama dengan korea Selatan (Foto: Instagram/Jokowi)

Jakarta - Presiden Trikasih Lembong bilang selain 15 nota kesepahaman, lawatan Jokowi juga menghasilkan enam komitmen investasi yang bersifat business to business antara private sector Indonesia dan Korsel, serta satu nota kesepaham antara BKPM dengan Hyundai Motor Compay.

"Dengan ditandatangani kesepahaman dan komitmen investasi tersebut, diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik," ujar Thomas dalam siaran pers, Senin (10/9) malam.

Ia optimistis kerja sama dan investasi Korsel pada sektor industri utama dan otomotif akan terus meningkat. Diharapkan, kerja sama sektor otomotif kedua negara dapat mendukung masterplan industri otomotif di Indonesia dan menumbuhkan industri komponen dan supply chain-nya.

"Yang paling penting adalah meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha," terang dia.

Kunjungan Jokowi ke Korsel merupakan kunjungan balasan dari kedatangan Presiden Korsel Moon Jae-in ke Indonesia pada November 2017 lalu.

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menpan RB Syafrudin, Kepala Bekra Triawan Munaf.

Kunjungan Jokowi dilakukan melalui kegiatan Business Forum "Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018: Enhancing Industrial Cooperation."

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan penguatan kerja sama ekonomi RI-Korea, termasuk mengajak pelaku usaha Korea untuk memanfaatkan potensi pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.

Berikut ini beberapa kesepakatan bisnis yang dihasilkan Jokowi dalam kunjungannya.

Daftar Nota Kesepahaman B2B yang ditandatangani:

1. Pengembangan PLTA Teunom 2 dan 3 di Aceh senilai US$800 juta
2. Pengembangan pabrik kimia (VCM dan PVC) di Merak, Banten, senilai US$200 juta
3. Pengembangan pabrik mesin diesel senilai US$185 juta
4. Pengembangan properti mixed-use MNC Lido City di Bogor, Jawa Barat, senilai US$150 juta
5. Pembangunan industri kosmetik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$20 juta
6. Pengembangan PLTA Pongkeru 50 megawatt (MW) di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, senilai US$300 juta
7. Pengembangan PLTA Peusangan 4 di Bireun, Aceh, senilai US$430 juta
8. Pengembangan PLTA Samarkilang 77 MW di Bener Meriah, Aceh, senilai US$300 juta
9. Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta
10. Pengembangan property City Gate 88 di Jakarta senilai US$70 juta
11. Pengembangan properti Vasanta Innopark di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$300 juta
Kerja sama strategis di bidang Intelligent Transportation System (ITS)
12 Kerja sama strategis di bidang pengembangan ekosistem startup
Engineering/Procurement/Constructions of Jawa 9&10 (2x1.000 MW) Coal Fired Steam Power Plant Project US$3 miliar
13. Kerja sama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat

TAGS : Indonesia Korea Selatan Investasi Kerjasama




TERPOPULER :