Jum'at, 16/11/2018 04:11 WIB

Idrus Marham: Kalau Cinta Golkar, Mari Berbuat untuk Golkar

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham yang juga sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1 mengimbau kepada seluruh kader untuk memberi yang terbaik bagi Partai Golkar.

Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham sebagai tersangka suap PLTU Riau

Jakarta - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham yang juga sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1 mengimbau kepada seluruh kader untuk memberi yang terbaik bagi Partai Golkar.

Mantan Sekjen Partai Golkar itu mengatakan, jika benar cinta kepada Golkar, maka sudah sepatutnya memberikan yang terbaik bagi partai berlambang pohon beringin itu.

"Kalau memang kita cinta kepada Golkar, kita sayang pada Golkar, ya mari kita berbuat untuk Golkar," kata Idrus, usai menjalani pemeriksaan KPK, Jakarta, Jumat (7/9).

Hal itu menanggapi adanya dugaan aliran uang kasus suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar. Belakangan, dugaan Golkar kecipratan dari hasil suap PLTU Riau tersebut atas pengakuan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Idrus meminta, agar kader Golkar yang terseret kasus tindak kejahatan korupsi tidak menyeret partai pimpinan Airlangga Hartarto itu.

"Jadi misalkan kalau memang ngga ada kaitan sama Golkar, ya jangan kita mengatakan ada kaitan dengan Golkar," kata Idrus.

Dalam kesempatan itu, Idrus juga mengimbau kepada seluruh kader Golkar untuk proaktif mengembalikan uang dari hasil tindak kejahatan korupsi ke KPK.

"Kalau ada kader-kader Golkar yang memang ambil uang, kembalikan. Iya ini kalau kita cinta Golkar begitu. Jangan jadi polemik, itu tidak bagus," tegasnya.

Selain Idrus, KPK telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragi, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka.‎

Penyidik menduga, Idrus mengetahui dan memiliki andil atas penerimaan uang dari Ko‎tjo ke Eni. Sekitar November-Desember 2017, Eni menerima Rp 4 miliar. Bulan Maret-Juni 2018, Eni kembali menerima Rp 2,25 miliar.

Idrus juga diduga telah menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama dengan Eni sebesar 1,5 juta dollar AS yang dijanjikan Kotjo apabila proyek itu bisa dilaksanakan oleh Kotjo.

Diketahui, KPK tengah mendalami dugaan kongkalingkong pihak PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan petinggi PT PLN terkait pembahasan proyek pembangunan PLTU Riau-I. Salah satunya terkait penunjukan langsung perusahaan Blackgold Natural Resources Limited menjadi anggota konsorsium yang menggarap proyek tersebut.

Dalam proses perjalanan proyek ini, diduga PT PLN melalui anak usahanya yakni PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menunjuk perusahaan Blackgold Natural Resources Limited untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-I. Selain Blackgold dan PT PJB, perusahaan lain yang terlibat dalam konsorsium ini yaitu China Huadian Engineering dan PT PLN Batu Bara.

KPK mengendus adanya peran Eni, Idrus Marham yang saat itu menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar dan Sofyan Basir untuk memuluskan Blackgold masuk konsorsium proyek ini. Idrus Marham dan Sofyan Basir pun mengakui mengenal dekat kedua tersangka ini.

Tak hanya itu, Eni dari balik jeruji besi mengakui ada peran Sofyan dan Kotjo sampai akhirnya PT PJB menguasai 51 persen asset. Nilai asset itu memungkinkan PT PJB menunjuk langsung Blackgold sebagai mitranya.

Proyek pembangunan PLTU Riau-I ini merupakan bagian dari program tenaga listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang didorong oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pemerintah menargetkan PLTU Riau-I bisa beroperasi pada 2020/2021.

Pada Januari 2018, PJB, PLN Batu Bara, BlackGold, Samantaka, dan Huadian menandatangani Letter of Intent (LoI) atau surat perjanjian bisnis yang secara hukum tak mengikat para pihak. LoI diteken untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) atas PLTU Riau-I. Samantaka rencananya akan menjadi pemasok batu bara untuk PLTU Riau-I.

TAGS : KPK Suap PLTU Riau Golkar Idrus Marham




TERPOPULER :