Selasa, 25/09/2018 18:22 WIB

Kasus PLTU Riau, Idrus: Eni Saragih dan Johannes Kotjo Saya Dekat

Mensos Idrus Marham kembali mengungkap kedekatannya dengan dua orang tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Mensos, Idrus Marham

Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham kembali mengakui kedekatannya dengan dua orang tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Idrus mengaku, memiliki pergaulan yang cukup luas termasuk kedekatannya dengan Eni dan Johannes Kontjo.

"Saya kira para politisi di republik ini tahu pergaulan saya luas. Ibu Eni saya dekat, pak Kotjo saya dekat. Jadi semua komunikasi saya dekat," kata Idrus, usai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/7).

Sebelumnya, Idrus mengatakan, pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih delapan jam itu sebagai pemeriksaan lanjutan. Idrus dicecar sebanyak 20 pertanyaan oleh penyidik KPK.

"Semuanya sudah saya jelaskan, seperti apa yang ditanyakan oleh penyidik. Sesuai apa yang saya ketahui terkait dengan tersangka baik saudara Eni Saragih maupun saudara Johanes Kotjo," katanya.

Diketahui, KPK telah menyita CCTV dari sejumlah lokasi, termasuk dari kediaman Dirut PLN Sofyan Basir. Dimana, Idrus dan Sofyan memang beberapa kali melakukan pertemuan dengan kedua tersangka tersebut. Saat itu, Idrus masih menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar.

KPK mengakui tengah menelusuri aliran dana suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 ke sejumlah pihak. Termasuk, adanya dugaan aliran suap kepada Idrus dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Dugaan ini mencuat usai penyidik memeriksa Idrus dan Sofyan beberapa waktu lalu. Setelah diperiksa, baik Idrus dan Sofyan mengakui mengenal dekat kedua tersangka.

Dalam perkara ini, Eni ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Johannes. Eni diduga telah menerima suap sebanyak Rp4,8 miliar dari Johannes agar meloloskan perusahaaannya Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.

Sebelum meloloskan Blackgold sebagai anggota konsorsium, PLN sudah lebih dulu menunjuk anak usahanya yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1 tersebut.

Eni dari balik jeruji besi mengakui adanya peran Sofyan dan Johannes sampai akhirnya PLN yang menguasai 51 persen aset menunjuk langsung Blackgold sebagai mitra kerja anak usahanya yakni PT PJB.

Lembaga Antirasuah memastikan bakal terus mengembangkan kasus suap proyek PLTU Riau-1 ini. Bahkan, usai menggeledah sejumlah lokasi tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

TAGS : KPK Suap PLTU Riau Golkar Idrus Marham




TERPOPULER :