Sabtu, 22/09/2018 16:38 WIB

Fahri Sambut Positif Pesan Kapolri di HUT Polri ke-72

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyambut positif pesan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam videonya di Hari Ulang Tahun Polri ke-72 tahun pada Minggu, 1 Juli 2018 kemarin.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah

Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyambut positif pesan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam videonya di Hari Ulang Tahun Polri ke-72 tahun pada Minggu, 1 Juli 2018 kemarin.

Dalam video tersebut Tito berpesan agar polisi dengan semangat profesionalisme dan modernisasi terus meraih kepercayaan publik. Ia juga berharap Polisi tetap menjadi Bhayangkara bagi negara Indonesia, demi tegaknya NKRI yang sejahtera, mandiri, dan berkadilan.

"Polisi lahir sejalan dengan kelahiran demokrasi, harus menyatu dengan kehidupan publik. Semakin dekat dengan rakyat, polisi akan semakin baik. Sebab UUD memberikan tugas yang banyak kepada Polri. Selamat Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia yang ke-72, tanggal 1 Juli 1946-1 Juli 2018," ujar Fahri kepada wartawan.

Dikatakannya, Polisi memiliki tradisi sipil yang berbeda dengan militer. Karenanya harus lebih menggeluti permasalahan publik dengan lebih mendalam, mengingat itulah dasar pemisahan institusi pengayom masyarakat ini dari ABRI (sekarang TNI), karena sifat pelayananya yang berbeda.

"Tugas utama Polri sebagai penegak hukum, harus berangkat dari pemahaman akan apa yang terjadi di masyakarat. Dengan itu keadilan akan tercapai, sejalan dengan kepastian hukum," kata Fahri sambil menambahkan bahwa sebagai lembaga penegak hukum, Polri adalah institusi inti negara yang harus kembali menjadi tumpuan masyarakat, dimana masyarakat merasa terlindungi dan terayomi.

Menurut Fahri, profesionalisme akan menuntun Polri untuk bertindak proporsional, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Polri adalah cita rasa keadilan negara yang terselenggara secara saksama, dan inilah yang dinanti publik.

"Inilah yang akan memberikan rasa aman bagi publik. Individualisme yang gaduh dalam demokrasi, menemukan tempat bersemayam dalam pengayoman dan penegakan hukum oleh Polri," ujar anggota DPR Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu lagi.

Ditambahkannya, modernisasi merupakan tuntutan zaman, termasuk bagi institusi Polri sendiri. Pasalnya, kewajiban memberikan rasa aman bagi publik, membutuhkan pengetahuan terkini.

"Jadi, Polri harus semakin cerdas dan cerdik, dilarang gaptek (gagap teknologi). Polri harus mematahkan anggapan bahwa "polisi selalu kalah pintar dari maling". Apalagi, maling yang dihadapi saat ini makin canggih dan rapi," ucapnya.

Oleh karena itu, Fahri mengingatkan bahwa isu kepercayaan ini harus segera dituntaskan, mengingat tugas berat ke depannya menanti Polri untuk kembali menjadi ujung tombak penegakan hukum. Menampung tugas-tugas yang selama ini dititipkan pada lembaga penegakan hukum yang bersifat ad hock.

TAGS : Warta DPR Pimpinan DPR Fahri Hamzah




TERPOPULER :