Selasa, 25/09/2018 20:57 WIB

Edukasi Sarapan Sehat bagi Siswa SD, Guru dan Orangtua

Event ini bertujuan untuk mengingatkan dan mendorong masyarakat terutama anak sekolah dan remaja.

Pendidikan sarapan sehat dalam rangka Hari Sarapan Nasional di SD N 01 Sukamaju, Jonggol (Foto : Andi Mardana/Jurnas.com)

Jakarta - Dalam rangka Pekan Sarapan Nasional (PESAN) dan Hari Gizi Nasional (HGN) Pergizi Pangan berkolaborasi dengan Indofood kembali mengadakan Pendidikan Sarapan Sehat untuk yang ke-4 kalinya. Dengan mengangkat tema “Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi" kegiatan ini menyasar 12.600 siswa Sekolah Dasar (SD), 525 guru SD, 840 orangtua, 490 mahasiswa dan dosen di tujuh kota di Pulau Jawa.

Ketujuh kota tersebut adalah Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Sidoardjo, dan Jember dilaksanakan di bulan April hingga Mei. Kali ini Pendidikan Sarapan Sehat dilakukan di SD Negeri 01 Sukamaju, Jonggol, Bogor, Jumat pagi (27/4).

Menurut Naskah Akademik Pekan Sarapan Nasional, Pergizi Pangan Indonesia 2012 menunjukkan prevalensi tidak biasa sarapan pada anak dan remaja 16,9 persen-59 persen dan pada orang dewasa 31,2 persen.

Sementara hasil analisis data konsumsi pangan Riskesdas 2010 pada 35.000 anak usia sekolah 44,6 persen anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15 persen kebutuhannya yang seharusnya 15-30 persen kebutuhan (Hardinsyah dan Aries M, 2012).

"Artinya, 70 persen atau tujuh dari 10 anak usia sekolah belum memenuhi gizi sarapan," jelas Prof Dr Hardinsyah MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia disela edukasi Pendidikan Sarapan Sehat. Secara terus menerus kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, yang meliputi siswa SD, orangtua, guru, mahasiswa dan dosen.

"Tahun ini sudah ke empat kalinya. Hasil evaluasi yang kami lakukan di dua kota yang menjadi baseline Pendidikan Sarapan Sehat kami, yakni Malang dan Purwokerto, menunjukkan adanya peningkatan praktik sarapan sehat siswa SD dari 57 persen di tahun 2016 menjadi 73 persen di tahun 2017," jelasnya.

Event ini bertujuan untuk mengingatkan dan mendorong masyarakat terutama anak sekolah dan remaja agar menerapkan perilaku gizi seimbang dengan baik, yang salah satunya adalah membiasakan sarapan sehat yaitu kegiatan makan dan minum yang aman dan bergizi memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi sebelum beraktivitas atau sekolah, maksimal sebelum pukul 09.00.

Sementara Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana, mengungkapkan pihaknya menyadari bahwa selalu menyajikan makanan dengan gizi seimbang akan mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak sehingga mereka akan menjadi generasi yang sehat dan cerdas. "Oleh karenanya, kami terus mendorong keluarga Indonesia untuk sadar gizi. Sajikan sarapan yang bervariasi dan lengkap unsur gizinya," ujarnya.

TAGS : pergizi pangan kesehatan sarapan anak indofood




TERPOPULER :