Selasa, 18/12/2018 17:48 WIB

Mentan Dorong Produk Olahan Rambah Seluruh Indonesia

Jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu meminta, kecap organik menggunakan varietas Malika tersebut jangan cuma dijual di etalase skala kecil.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran saat kuliah umum di STPP Magelang, Yogyakarta, Senin (12/3)

Magelang - Menteri Pertanian (Amran), Andi Amran Sulaiman, dorong Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang memasarkan produk olahannya secara masif. Salah satunya, kecap organik merek Pamor.

"Ini saja Anda jual, Anda bisa konglomerat. Yang mahal itu ide awal, kecerdasan," ujarnya sela kuliah umum di STPP Magelang, Senin (12/3).

Ia berkeyakinan demikian, lantaran masyarakat kelas menengah ke atas cenderung mencari produk-produk organik dan menyehatkan. Karenanya, harus dikembangkan.

Menurut perhitungannya, bisa didapatkan omzet sekitar Rp1,4 triliun per tahun bila dijual di Yogyakarta saja. Jumlah penduduk di Yogyakarta sekitar 3,7 juta jiwa. Sebotol Pamor 150 mililiter dijual Rp10 ribu dengan masa habis pakai dua pekan.

"Ini baru Yogya, bagaimana (keuntungannya) kalau (dijual) se-Indonesia," jelasnya.

Jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu meminta, kecap organik menggunakan varietas Malika tersebut jangan cuma dijual di etalase skala kecil.

"Kembangkan. Kerja sama dengan swasta. Kasih royalti saja, sehingga nanti terlatih," usulnya.

Baginya, tiada yang mustahil, kecuali sulit. Namun dengan kebijakan tepat, semua akan tercapai. Ia mencontohkan dengan pengalamannya menggenjot produksi bawang merah, beras, dan jagung.

Dulu impor jagung Rp12 triliun per tahun. Sekarang sebaliknya, Indonesia sukses menjualnya ke sejumlah negara.

"Bisa ekspor ke Filipina dan Malaysia. Bertambah lagi devisa, petani tambah sejahtera. Bawang dulu impor, sekarang ekspor. Beras juga," jelas pembantu Presiden asal Bone ini.

Selain memasarkan kecap Pamor, Menteri Amran juga meminta STPP mendorong mahasiswanya melakukan penelitian komoditas pertanian sesuai minatnya. Dicontohkannya dengan penemuan sperma sapi Belgian Blue.

Katanya, butuh 200 tahun untuk menyelesaikan riset tersebut. Hasilnya, memperoleh sapi-sapi berotot dengan bobot hingga dua ton. Sedangkan yang ada di Indonesia, umumnya 200-300 kilogram.

"Makanya, Aku titip mahasiswa meneliti. Pada saatnya nanti, semua temuan hebat dari STPP," pungkas Menteri Amran.

TAGS : Kementan Amran Sulaiman STPP




TERPOPULER :