Selasa, 12/12/2017 17:11 WIB

Kata Akom, Kasus Setnov Berdampak Terhadap Golkar

Disisi lain, diakui Akom, ada sejumlah tantangan yang dihadapi Golkar saat ini. Salah satunya menyatukan suara sejumlah pihak yang berseberangan terkait kasus hukum Novanto. ‎

Politisi Partai Golkar, Ade Komaruddin (Foto: jurnas.com/Rangga Tranggana)

Jakarta - Politikus Partai Golkar Ade Komarudin  tak menepis jika kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Ketua DPR RI Setya Novanto berdampak terhadap elektabilitas Partai Golkar. Kasus hukum itu tak dipungkiri juga mengganggu kinerja partai Golkar yang bakal menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilihan Legislatif serta Pemilihan Presiden pada 2019.‎

"Pasti harus diakui ada dampak," ungkap Akom, sapaan akrab Ade Komarudin,‎ usai diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (22/11/2017).‎

Meski demikian, Akom enggan berspekulasi langkah apa yang akan dilakukan partainya. Akom menyerahkan sepenuhnya kepada DPD tingkat I dan II yang memiliki hak suara untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan AD/ART supaya partai berlambang beringin itu tetap solid.‎

"Karena itu kita serahkan pada seluruh tingkat 2 pemilik suara seluruh indonesia dan tingkat 1," ujar Akom.‎

Dikatakan Akom, pengurus DPP sudah mengambil sikap dengan menggelar rapat pleno terkait kasus hukum yang merundung  Novanto. Dimana h‎asil rapat pleno itu memutuskan menunjuk Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum sampai dengan adanya putusan praperadilan yang diajukan Novanto. ‎

"Saya pikir nggak ada masalah sampai praperadilan tidak ada masalah. Dan yang paling penting teman-teman sudah ambil langkah kemarin. Tidak melangkah yang tidak sesuai," terang dia.

Disisi lain, diakui Akom, ada sejumlah tantangan yang dihadapi Golkar saat ini. Salah satunya menyatukan suara sejumlah pihak yang berseberangan terkait kasus hukum Novanto. ‎

"Kita serahkan teman-teman pemilik suara di tingkat DPD 1 dan 2, yang mereka itu menyadari benar bahwa partai ini harus kokoh dan siap," tuturnya.

Akom pada kesempatan ini juga mengingatkan para elit Golkar untuk memikirkan eksistensi partai agar tetap dapat bertahan, dan solid terutama menghadapi tahun politik. Terlebih, Golkar telah memutuskan mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Sekarang partai harus solid melakukan konsolidasi melakukan harmonisasi agar kompak. Jangan lupa sebentar lagi mau Pileg dan Pilpres. Kita kan untuk Pilpres sudah menentukan Jokowi sebagai capresnya sudah jauh hari dan itu harus diperjuangkan sebaik-baiknya agar pak Jokowi ini menang kembali. Nah kalau partainya nggak kompak, nggak solid, nggak harmonis yah pasti nanti kurang maksimal bantu pemenangan pak Jokowi. ‎Mudah-mudahan jalan kemarin teman-teman di DPP itu bisa menyatukan partai agar harmonis untuk pemenangan pileg dan pilpres pak Jokowi," tutur Akom.

Akom menjawab diplomatis saat disinggung apakah dirinya akan k‎embali mencalonkan diri jika Munas digelar. Hal serupa juga diungkapkan Akom saat disinggung k‎esediaannya kembali menjadi Ketua DPR.‎ "Saya kira saya belum kepikiran sampai hari ini soal itu," pungkas Akom.

TAGS : Ade Komaruddin Akom Partai Golkar




TERPOPULER :