Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengatakan, pengeluaran militer dunia naik 3,7 persen secara riil pada tahun 2022 menjadi $2,24 triliun.
Arab Saudi menempati peringkat sebagai importir senjata terbesar kedua secara global pada 2018-2022. Kerajaan menerima 9,6 persen dari semua impor senjata selama periode itu.
Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama dan Rusia kedua dalam daftar 100 perusahaan SIPRI yang memproduksi dan menyediakan layanan militer.
peningkatan pertama distribusi senjata di seluruh dunia sejak 2010, menurut data yang dirilis Senin (11/12) oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).