Langkah tersebut akan tercatat dalam sejarah sebagai memalukan mengingat bahwa Iran saat ini berjuang melawan epidemi yang serius hampir sendirian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, utusan Iran telah mengunjungi kementerian luar negeri Jerman, terkait laporan mata-mata yang disebutnya hoaks.
Iran menegaskan bahwa program rudalnya bersifat defensif dan tidak melanggar resolusi PBB, menyusul tuduhan Amerika Serikat bahwa Teheran telah melakukan uji coba rudal baru.
Gedung Putih meminta Iran untuk meninggalkan Suriah untuk mendukung Washington melakukan rekonstruksi negara yang dilanda perang itu.
Diumumkan pada bulan September bahwa rencana melarang mempekerjakan para pensiunan akan dilaksanakan dalam dua bulan ke depan.
Iran tidak akan melakukan negosiasi tentang kemampuan pertahanannya. Apalagi soal program rudal dan nuklirnya.
Bahram Qasemi mengutuk upaya pembunuhan yang gagal terhadapa Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Ia menyebut insiden itu langkah untuk mendestabilisasi negara demi musuh-musuhnya.
Bahram Qasemi mengatakan, tawaran Trump bertentangan dengan tindakannya, yang ingin menjatuhkan sanksi dan mendesak negara lain berhenti berbisnis dengan Iran.
Beberapa pertanyaan sudah diajukan oleh AS atau negara lain tentang kebijakan Iran, tetapi tidak terkait dengan kesepakatan nuklir Juli 2015.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengecam pendekatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menyamaratakan pandangannya tentang isu-isu global