Atasi persoalan UMKM perikanan, KKP hadikan rumah "Puspita"
Artati mengungkapkan bahwa kandungan zat-zat dalam ikan sangat bermanfaat untuk kelancaran peredaran darah, sistem integument (kulit, rambut, kuku), sistem reproduksi, sistem saraf dan otak, kekuatan tulang, hingga kekebalan tubuh.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti menegaskan keberlanjutan dan ketertelusuran menjadi syarat mutlak untuk menjaga keberterimaan produk Indonesia di pasar global, disamping quality and safety.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan mitigasi penolakan produk perikanan di pasar ekspor. Guna menjamin keberterimaaan produk, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menggandeng United Nations Industrial Development Oganization (UNIDO).
Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga ikan saat Natal dan Tahun Baru, Artati menyebut KKP telah menyiapkan sejumlah langkah seperti pengembangan program penangkapan terukur dan pengembangan perikanan budidaya.
Artati menilai usaha pemindangan mempunyai potensi dalam pengembangan peluang bisnis, karena ikan pindang telah memiliki tempat khusus di hati masyarakat.
Kita proaktif terhadap situasi kondisi yang ada, seperti bagaimana mempermudah perizinan berusaha termasuk dalam pelayanan terintegrasi berelektronik.
Tercatat sebanyak 136 negara di dunia melakukan impor ikan hias dan Indonesia baru mengekspor ke 76 negara.
Keberlanjutan usaha diperlukan untuk mengolah potensi ekonomi perikanan menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan investasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Komoditas yang termasuk superfood dari laut ini mengandung senyawa bioaktif seperti karotenoid, fenol dan turunannya, sulfat polisakarida dan vitamin.