Pantauan di lokasi, saat ini massa aksi yang sempat membuat kericuhan tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian dibantu satuan TNI yang bertugas. Mereka menghalangi para massa aksi yang didominasi oleh pelajar setingkat SMA/STM.
Beredar di media sosial terkait STM Bergerak pada 11 April mendatang. Ternyata belum berizin.
Sebagai anak STM, tentunya mengharapkan jika lulus sekolah bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang akan mensejahterakan.
Namun, kemampuan yang diperolehnya di bangku STM ternyata tidak cukup untuk bersaing memperoleh pekerjaan di jalur formal.
Penyebar hoax alias buzzer terkait aksi STM dibayar akhirnya ditangkap kepolisian.
Akun Twitter TMC Polda Metro Jaya menjadi sasaran hujatan netizen pada Kamis (26/9) pagi, setelah akun milik instansi kepolisian DKI Jakarta itu mengunggah cuitan soal ambulans pembawa batu
Imbauan tersebut menanggapi aksi demonstrasi berujung ricuh yang dilakukan oleh siswa SMK/STM se-Jabodetabek, di kawasan Gedung DPR/MPR RI Jakarta pada Rabu (25/9) kemarin.
Masih di bawah umur, para pelajar STM melakukan aksi menolak disahkannya RUU KUHP di depan Gedung DPR RI.