Hal itu disampaikan Sergei Shoigu usai melakukan pembicaraan dengan Menhan Korut di Pyongyang pada Rabu (26/7).
Lavrov mengatakan bahwa Rusia belum melihat konfirmasi dari satu fakta penembakan yang disengaja terhadap sasaran sipil oleh tentara Rusia.
Shoigu mengatakan, para pejabat di Kiev ingin menggunakan beberapa peluncur roket HIMARS dan rudal jelajah yang diluncurkan dari udara Storm Shadow.
Lavrov menyatakan bahwa korps diplomatik Rusia meningkatkan keterlibatan globalnya setelah masa kekacauan setelah runtuhnya Uni Soviet.
Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov telah dipilih oleh Presiden Vladimir Putin untuk mengawasi prosedur di parlemen Rusia terkait keluarnya negara dari perjanjian tersebut.
Diplomat top mengatakan negara-negara yang terdiri dari 85 persen populasi dunia menolak untuk mengambil bagian dalam kebijakan anti-Rusia.
Para jurnalis bertujuan untuk meliput Lavrov di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menandai kepemimpinan Rusia di Dewan Keamanan.
Rusia telah berulang kali mengatakan tidak akan memperbarui kesepakatan setelah 18 Mei.
Lavrov mengatakan saran tentang hubungan yang tidak setara antara Moskow dan Beijing telah dibesar-besarkan secara umum oleh negara-negara yang tidak bersahabat untuk waktu yang lama.