Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menandai sejumlah sirop flu yang terkontaminasi.
WHO menemukan kontaminasi dengan jumlah yang tidak dapat diterima dari dietilen glikol dan etilen glikol dalam sampel yang diambil dari sirop obat batuk yang dibuat oleh QP Pharmachem,
Etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) telah menewaskan lebih dari ratusan anak di Indonesia.
Kasus cemaran terhadap obat sirop yang diduga menjadi penyebab acute kidney injury (AKI) atau gagal ginjal akut pada anak (GGAPA) di Indonesia telah mencapai 324 kasus.
Polri mengungkap bahan Propilen Glikol (PG) yang ditemukan dan telah disita dari PT AFI Farma melebihin ambang batas.
Penyidik melakukan pengembangan terhadap lima farmasi yang diduga mendapatkan distribusi Propilen Glikol.
Pasalnya penggunaan etilen glikol dan dietilen glikol yang menyebabkan pasien anak gagal ginjal, membuat izin edar sejumlah obat sirup ditarik.
Munculnya isu senyawa Etilen Glikol pada obat sirop banyak yang mencoba mengaitkan pada kemasan lain.
Polisi tes urine anak korban gagal ginjal akut yang diduga mengkonsumsi obat sirop mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).
Artinya juga aman dari risiko tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), zat berbahaya yang ditemukan pada tubuh pasien gangguan ginjal akut.