Tampil sebagai penyumbang gagasan dalam pembentukan tatanan dunia baru ataupun the next global di tengah ketegangan sub politik dan krisis multilateral. Indonesia menegaskan peran globalnya melalui pendekatan inklusif dan prinsip non intervensi.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan pandangan Indonesia di 6th World Conference of Speakers of Parliamentdi Jenewa, Swiss.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengajak seluruh negara untuk kembali berpikir secara multilateral dalam menyikapi dinamika global, khususnya dalam bidang perdagangan, keuangan, dan ekonomi.
Mendorong Parlemen Anggota PUIC dan masyarakat global untuk mengadvokasi pemerintah mereka demi upaya diplomatik terpadu dalam tatanan politik internasional—termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum multilateral lainnya—untuk mendesak semua Negara untuk menjatuhkan sanksi dan mengisolasi Israel.
Kami juga mendorong langkah diplomasi perdagangan yang lebih aktif agar kebijakan ini dapat ditinjau ulang atau dinegosiasikan dalam forum bilateral maupun multilateral.
Forum Air Dunia pun mempertemukan peserta dari semua tingkatan dan bidang. Mulai dari kalangan politik, termasuk pimpinan negara dan parlemen, lembaga multilateral, akademisi, masyarakat sipil, hingga sektor swasta.
Anggota Komisi I DPR RI Helmy Faishal Zaini meminta pemerintah melakukan upaya untuk meredam konflik yang ada di Timur Tengah, salah satu caranya melalui jalur diplomasi.
Serah terima sertifikat inskripsi dilakukan oleh Sekretaris Ditjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Yohpy Ichsan Wardana, kepada Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid.
Peran Lembaga Multilateral Penting Bagi Negara Tertekan Utang
Penurunan posisi ULN Pemerintah antara lain karena adanya pelunasan pinjaman bilateral, komersial, dan multilateral