Iran membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan perangkat keras militer meskipun menghadapi sanksi dan tekanan ekonomi Barat.
Washington memasukkan daftar hitam kapal tanker Adrian Darya 1 Iran dan menjatuhkan sanksi kepada kaptennya.
Departemen Keuangan mengklaim, orang dan perusahaan yang dikenai sanksi itu terlibat dalam jaringan transfer minyak antarkapal ilegal.
Di bawah perjanjian nuklir 2015, Iran berjanji untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir.
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap bank Libanon karena mendukung Hizbullah dan empat orang karena mendukung Hamas
Pertemuan dengan AS dalam kerangka JCPOA hanya akan terwujud seandainya Washington mencabut semua sanksi terhadap Iran.
Rouhani kembali menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk berbicara dengan Amerika Serikat (AS), kecuali seluruh sanksi terhadap Teheran dicabut.
Keputusan itu juga guna mendorong pihak-pihak kesepakatan lainnya, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman untuk menjamin kepentingan Teheran di bawah perjanjian itu.
Pyongyang juga memperingatkan Washington bahwa melanjutkan sanksi akan menjadi salah perhitungan
AS menjatuhkan sanksi terhadap tiga pria China yang dituding menyelundupkan narkotika jenis fentanil.