Keenam WNI itu disandera sejak 23 September 2017.
Menurut Menteri Retno, tidak mudah membebaskan WNI di Benghazi karena kawasan tersebut sedang perang.
Aparat gabungan TNI/Polri berhasil membebaskan 1.300 orang sandera di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua.
TNI diminta segera membebaskan sandera sebanyak 1300 orang warga yang dilakukan oleh OPM di Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Dalam film tersebut Maruli berperan sebagai komandan tim dari satuan penanggulan teror yang dibentuk oleh angkatan darat kopassus yang bertugas menyelamatkan sandera WNI yang diculik.
Pria berjanggut itu, berbicara kepada kamera, memberikan keterangan nama, tanggal lahir, dan desa tempat ia berasal di Rusia selatan.
Proses selanjutnya ketiga WNI tersebut akan dibawa ke Samboaga untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Indonesia.
Aparat kepolisian berhasil menyergap pelaku penyanderaan di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9).