Afghanistan tidak akan mentolerir kembalinya bentuk-bentuk pemerintahan ekstremis yang paling keras.
Ribuan warga sipil yang putus asa untuk melarikan diri dari Afghanistan memadati landasan pacu tunggal bandara Kabul pada hari Senin setelah Taliban merebut ibukota dalam menghadapi penarikan militer AS di sana.
Lima orang tewas dalam kekacauan yang terjadi di bandara Kabul, Afghanistan pada Senin (16/8), sehari setelah Taliban berhasil menjatuhkan pemerintahan Ashraf Ghani.
Maskapai penerbangan nasional Turki, Turkish Airlines, membatalkan semua penerbangan terjadwal ke Afghanistan, menyusul perebutan ibu kota Kabul oleh Taliban
Wallace mengatakan pihak militer bandara Kabul aman dan Inggris melakukan segala cara untuk mengevakuasi warga Inggris dan warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Inggris.
Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah cuitan salah seorang warga Kabul, Aisha Khurram di Twitter, yang mengaku mendapatkan serangan di depan rumahnya.
Ribuan warga dan warga negara asing berusaha melarikan diri dari Kabul, dengan adegan kekacauan dan kepanikan terlihat di bandara sejak Minggu malam
United Airlines, British Airways dan Virgin Atlantic mengatakan mereka tidak menggunakan wilayah udara negara itu.
Taliban berada di ambang kemenangan total, dengan para pejuang mereka diperintahkan untuk menunggu di pinggiran Kabul dan pemerintah mengakui sedang mempersiapkan pengalihan kekuasaan.
Ledakan bom mobil yang diikuti dengan tembakan sporadis menghantam ibu kota Afghanistan, Kabul, Selasa di dekat "Zona Hijau" yang dijaga ketat, menyebabkan tiga warga sipil dan tiga penyerang tewas.