Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan serangan rudal Yaman yang menargetkan Riyadh adalah reaksi terhadap agresi Saudi.
Iran memasok rudal yang ditembakkan ke Makkah pada bulan Juli, dan terakhir di Riyadh Sabtu lalu. Keduanya diluncurkan dari Yaman.
Pemerintah Amerika Serikat memuji Arab Saudi karena berhasil membongkar peran Iran di Yaman dan penyediaan sistem rudal Teheran kepada milisi Houthi yang berperang di wilayah tersebut.
Sekutu gabungan itu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran sebagai dalang atas serangan.
Pertahanan udara Arab Saudi mencegat kiriman rudal Yaman, dan mendaratkannya ke dekat bandara Riyadh. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa
Pasukan pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman di ibukota Riyadh.
Seruan mencabut sanksi tersebut muncul saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan kunjungan ke Asia untuk meminta bantuan menekan Korea Utara agar menghentikan program rudal dan nuklirnya.
Dinas Intelijen Korea Selatan mendeteksi, sejumlah aktivitas, termasuk pergerakan kendaraan di fasilitas penelitian rudal Korea Utara di Pyongyang, menunjukkan tanda-tanda negara tesebut bersiap melakukan uji coba rudal
Thae Yong-ho, mengatakan skenario militer Amerika Serikat dan Korea Selatan akan mendorong Pyongyang mengarahkan tembakan ke arah tetangga Koreanya
McMaster mengatakan bahwa Trump, yang menyetujui berbagai sanksi terhadap Korea Utara, juga terus menekan China untuk berbuat lebih banyak, agar Pyongyang melepaskan senjata nuklirnya