Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel menuai kecaman. Tindakan Trump tersebut dinilai sebagai blunder politik AS.
Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel dinilai sebagai langkah untuk melegalkan penjajahan terhadap Palestina.
Pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dinilai sebagai tindakal konyol yang memicu perang dunia ke-3.
Beberapa presiden dan perdana menteri dari seluruh dunia memperingatkan Trump agar tidak memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai dapat memunculkan konflik baru. Hal itu terkait pengakuan Trump soal Jerusalem adalah sebagai ibukota Israel.
Presiden Jokowi menyatakan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan kapan Panglima TNI baru akan dilantik.
Mantan jaksa kepala Krimea, anggota parlemen Rusia Bersatu Natalya Poklonskaya, mengatakan bahwa Putin adalah satu-satunya calon presiden yang memiliki kepercayaan.
Vladimir Putin mengkonfirmasi akan mencalongkan diri untuk ketiga kalinya sebagai calon presiden Rusia tahun depan.
Setelah mengumumkan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem, Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi mencabut blokadenya di Yaman
Presiden Palestina mengatakan Amerika Serikat tidak dapat lagi menjadi mediator dalam perundingan damai Israel-Palestina. Ia menyebut Yerusalem akan tetapa menjadi ibukota.