Mahbouba Seraj yang berusia 73 tahun memutuskan untuk tidak melarikan diri dari Kabul bulan lalu ketika Taliban merebut kembali kekuasaan, dua dekade setelah mereka digulingkan.
Taliban menimbulkan skeptisisme tentang janji mereka tentang hak-hak perempuan dan anak perempuan ketika mereka mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan membuka sekolah untuk anak laki-laki usia sekolah menengah tetapi tidak untuk anak perempuan.
Dia menyerukan kepemimpinan inklusif dan menghormati hak asasi manusia. Afghanistan juga tidak boleh digunakan untuk menampung teroris yang dapat mengancam keamanan Pakistan.
Hal itu disampaikan setelah mengumumkan posisi yang tersisa di kabinetnya yang seluruhnya laki-laki.
Sekitar 200 siswa perempuan dan penari melarikan diri dengan berani dari Afghanistan dengan bantuan badan amal Pangeran Charles di Toronto, Kanada.
Setelah dilantik pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tangerang langsung tancap gas melakukan upgrading pengurus dan rapat kerja untuk menyusun program kerja selama lima tahun mendatang.
Lewat kiprah di bidang politik, ujar Lestari, para perempuan bisa ikut dan mampu mewarnai pencapaian dari berbagai proses pembangunan di negeri ini.
Afghanistan berada dalam fase baru dan berbahaya sejak kelompok militan merebut kekuasaan bulan lalu, dengan banyak perempuan dan anggota komunitas etnis dan agama sangat khawatir.
Kepada peserta, Ketua DPR RI Perempuan pertama di Indonesia itu mengungkap bagaimana program Parlemen Remaja digelar agar generasi muda memahami cara kerja demokrasi di parlemen. Selain itu juga, kata Puan, untuk memastikan demokrasi bekerja menghasilkan keputusan terbaik bagi rakyat.
Hak-hak perempuan di Afghanistan sangat dibatasi di bawah pemerintahan Taliban 1996-2001, meskipun sejak kembali berkuasa bulan lalu, kelompok garis keras Islam mengklaim akan menerapkan aturan yang tidak terlalu ekstrem.