Ketegangan di jalur air strategis meningkat secara signifikan pada musim panas lalu setelah serangkaian ledakan misterius menargetkan sejumlah tanker minyak.
Tiga warga Amerika Serikat tewas ketika sebuah kapal tanker air udara C-130 Hercules jatuh
Inisiatif Jepang muncul ketika ketegangan meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah dua kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz pada Juni.
Pesawat tanker pengisian bahan bakar KC-46A telah menyelesaikan penerbangan pertamanya di seluruh dunia.
Pihak kapal menolak laporan media dan mengklaim bahwa kapal itu menyebabkan pencemaran lingkungan ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Iran.
Televisi pemerintah Iran mengidentifikasi kapal sebagai tanker minyak Sinopa, tetapi NIOC kemudian mengklarifikasi nama kapal yang diserang adalah Sabiti.
Ledakan tersebut dilaporkan mengenai tubuh kapal yang mengakibatkan kerusakan parah pada dua tangki utama kapal.
Kapal tanker milik Perusahaan Minyak Nasional Iran tersebut, mengalami kerusakan parah dan menumpahkan minyak ke Laut Merah sekitar 60 mil dari Jeddah.
Teheran dalang serangan dua tanker minyak di Teluk Persia dan Laut Oman pada Mei dan Juni.
Iran mengisyaratkan bahwa mereka akan melepaskan kapal tanker Inggris dalam beberapa hari ke depan, setelah direbut pada Juli lalu di perairan Teluk.