Inisiatif Jepang muncul ketika ketegangan meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah dua kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz pada Juni.
Pesawat tanker pengisian bahan bakar KC-46A telah menyelesaikan penerbangan pertamanya di seluruh dunia.
Pihak kapal menolak laporan media dan mengklaim bahwa kapal itu menyebabkan pencemaran lingkungan ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Iran.
Televisi pemerintah Iran mengidentifikasi kapal sebagai tanker minyak Sinopa, tetapi NIOC kemudian mengklarifikasi nama kapal yang diserang adalah Sabiti.
Ledakan tersebut dilaporkan mengenai tubuh kapal yang mengakibatkan kerusakan parah pada dua tangki utama kapal.
Kapal tanker milik Perusahaan Minyak Nasional Iran tersebut, mengalami kerusakan parah dan menumpahkan minyak ke Laut Merah sekitar 60 mil dari Jeddah.
Teheran dalang serangan dua tanker minyak di Teluk Persia dan Laut Oman pada Mei dan Juni.
Iran mengisyaratkan bahwa mereka akan melepaskan kapal tanker Inggris dalam beberapa hari ke depan, setelah direbut pada Juli lalu di perairan Teluk.
Kapal tanker minyak Iran, Adrian Darya 1, tampak menghilang menurut foto satelit Maxar Technologies Inc di Suriah. Maxar merupakan sebuah perusahaan teknologi luar angkasa AS.
Tujuh dari 23 anggota awak kapal tanker berbendera Inggris yang disita di Selat Hormuz pada Juli.