WNA tersebut diketahui telah berada di Selandia Baru selama 10 tahun, terinspirasi oleh kelompok militan ISIS, dan telah dipantau oleh pemerintah terus-menerus, menurut keterangan PM Selandia Baru, Jacinda Ardern.
Inggris dapat meluncurkan serangan udara terhadap `ISIS-K`, cabang kelompok teroris Daesh di Afghanistan.
Insiden itu terjadi ketika pasukan AS bekerja untuk menyelesaikan penarikan yang akan mengakhiri dua dekade keterlibatan militer di Afghanistan.
Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) pada Minggu (29/8), menghantam salah seorang pembom bunuh diri di sebuah kendaraan, yang bertujuan menyerang bandara Kabul.
Serangan tersebut dilakukan sehari setelah bom bunuh diri di bandara Kabul, yang menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan.
Dua ledakan menghantam gerbang bandara Kabul yang padat pada Kamis (26/8), menewaskan 13 pasukan Amerika Serikat dan 60 warga Afghanistan, serta melukai ratusan orang lainnya.
Dia menegaskan kembali batas waktu 31 Agustus bagi semua pasukan AS untuk meninggalkan Afghanistan dan mengatakan pasukan AS akan menerbangkan sebanyak mungkin orang sebelum tanggal itu.
Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab dan mengatakan salah satu pelaku bom bunuh diri menargetkan penerjemah dan kolaborator dengan tentara AS.
Seruan itu datang ketika Amerika Serikat dan sekutunya mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan bandara Kabul, dengan alasan ancaman serangan ISIS.
Hal ini mengikuti peringatan oleh Presiden AS, Joe Biden dan pejabat pemerintah lainnya tentang ancaman ISIS terhadap operasi evakuasi ketika kerumunan memadati gerbang bandara,