Pasca kekalahan PDI Perjuangan (PDIP) di sejumlah daerah pada Pilkada 2018, beredar rumor Presiden Jokowi akan hengkang dari partai berlambang banteng moncong putih itu.
Partai Demokrat sedang menggalang poros ketiga atau kekuatan baru yang disebut koalisi kerakyatan dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Wacana poros ketiga itu dinilai akan menggerus elektabilitas Presiden Jokowi.
Beberapa hari terakhir, Presiden Iran, Hassan Rouhani dan beberapa komandan militer senior Iran mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara Teluk jika Washington mencoba untuk memotong ekspor Teheran.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menolak wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2019.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai menjadi ancaman bagi perkembangan sistem demokrasi di Indonesia.
Iran dapat mengganggu ekspor regional jika minyaknya berhenti diimpor setelah Presiden AS Donald Trump pada Mei keluar dari kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan kekuatan dunia dan Uni Eropa.
Koran kampung halaman Presiden Donald Trump dalam editorialnya mengatakan, bahwa Trump "tidak akan menaklukkan nilai-nilai dasar negara tersebut yang sudah berdiri kokoh."
Ketua Dewan Pemilihan Umum Turki Sadi Guven mengatakan Recep Tayyip Erdogan menerima total suara dari 26.330.823 pemilih
Dan hasil utama dari tur Presiden Rouhani di Eropa bisa menjadi jaminan yang akan diberikan oleh Eropa untuk komitmen mereka terhadapa kesepakatan nuklir Iran 2015.
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai lemah dalam mendongkrak kejayaan Indonesia. Sebab, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami keterpurukan.