Indonesia baru melakukan pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak pada 17 April 2019. Pemilu serentak membawa dinamika dan potensi tersendiri
Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol negara yang hingga saat ini belum seutuhnya berjalan dengan baik. Untuk itu, amandemen UUD 1945 dinilai perlu dilakukan.
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang besar kepada para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jakarta Utara
Fraksi Partai Gerindra di MPR RI sepakat dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X, demokrasi di tanah air sedang menghadapi ujian.
Pilpres 2019 diharapkan dapat memberi rasa aman dan damai bagi seluruh warga negara Indonesia. Sebab, proses demokrasi harus memberi ruang damai kepada publik.
Mahyudin setuju dengan apa yang dikatakan Sri Sultan bahwa perlu dikaji ulang pemikiran mau dibawa kemana bangsa ini ketika kepala daerah bahkan anggota dewan ditangkap KPK.
Baginya yang paling penting dalam kehidupan masyarakat tertanam rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, memperkuat gotong royong, dan menjaga kerukunan dalam bingkai NKRI.
Zulkifli Hasan menyampaikan pesan bahwa Pemilu, baik itu Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pemlilu memilih anggota DPD, adalah cara untuk berdemokrasi.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan puncak atau sidang majelis tertinggi yang ke-43.