Dikatakan Beijing bisa membalas langkah AS untuk membatasi penjualan chip ke Huawei, dengan membatasi penjualan produk-produk Amerika di China dan dengan beralih ke pemasok alternatif di China dan Korea Selatan.
Beijing sangat mendukung seruan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk penghapusan sanksi yang menghambat perjuangan global melawan virus corona baru.
Kedelapan negara tersebut mengatakan bahwa sanksi AS juga berdampak langsung pada hak asasi manusia untuk mendapatkan kehidupan, kesehatan dan makanan.
Tuduhan baru terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang diumumkan dalam dakwaan baru pada hari sebelumnya, menunjukkan bahwa Washington terobsesi dengan Venezuela.
Misi diplomatik Rusia, China, Iran, Suriah, Korea Utara, Kuba, Nikaragua, dan Venezuela mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres terkait dampak negatif dari sanksi tersebut.
Lonjakan ekspor pangan pertaniannya dari Iran selama dua tahun terakhir, dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak. Hal itulah yang mendorong petani di Iran beralih menanam gandum dan beras.
AS menolak untuk mencabut sanksi kejam yang menghambat upaya Iran untuk mengendalikan virus corona. Sebaliknya menyatakan kesiapan untuk membantu Iran memerangi wabah tersebut.
Washington berusaha untuk meningkatkan tekanan pada Iran melalui sanksi dalam upaya untuk memaksa negara itu tunduk di bawah tekanan, namun masih keukeuh menolak.
Perusahaan itu di antaranya Petro Grand FZE, DMCC Alfabet Internasional, DMCC Perdagangan Swissol, General Althrwa General Trading LLC, dan Alwaneo LLC Co.