Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Pancasila adalah perilaku yang mempersatukan dan sungguh sungguh berpihak pada rakyat.
Menurut Oesman Sapta, para siswa tidak mengetahui apa dan bagaimana perjuangan para pendiri bangsa pada tahun 1945.
Perayaan Idul Fitri yang sarat dengan kegembiraan, keceriaan, saling silaturahmi, saling meminta maaf dan memberi maaf, saling menghormati, penuh kedamaian, memang menggambarkan bahwa memang itulah Islam sesungguhnya.
Bangsa Indonesia memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan masalah yaitu dengan musyawarah
Makna Hari Raya adalah momentum kemenangan dan rasa syukur menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di sela-sela open house yang digelar di Rumah Dinas, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019). Open house di antaranya dihadiri perwakilan negara sahabat
Zulkifli Hasan berharap Idul Fitri yang bertepatan dengan selesainya rangkaian Pemilu ini bisa menjadi momentum untuk kembali merekatkan rasa persaudaraan sesama anak bangsa
Pada bagian lain, Basarah juga menyinggung penggalan sejarah perjalanan bangsa Indonesia di masa silam. Bahwa momentum Idul Fitri yang berbarengan dengan Halal Bihalal bisa meredam konflik dan kembali merekatkan persatuan nasional.
Dalam membangun karakter anak sejak dini menurut Hidayat Nur Wahid yang diperlukan adalah menghadirkan ketahanan keluarga dan tauladan orangtua.
Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan pentingnya Pancasila dipahami bukan untuk membeda bedakan, tapi justru untuk membangun perasaan senasib sepenanggungan.