Ribuan warga sipil melarikan diri dari serangan udara Turki yang menargetkan pasukan Kurdi di Suriah utara, pada Jumat (11/10).
Operasi anti-teror yang baru diluncurkan itu sudah berhasil membebaskan 11 desa di kota Tal Abyad dan kota Ras al-Ayn dari teroris pada Kamis (10/10).
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyerukan pertemuan darurat para negara koalisi, guna membahas serangan Turki terhadap milisi Kurdi
Serangan itu terjadi setelah Trump pada Minggu (6/10) memerintahkan pasukan AS untuk meninggalkan daerah itu dalam perubahan kebijakan mendadak yang dikritik tajam di Washington, DC.
Jet tempur F-16 Turki menghantam target YPG/PKK di Pangkalan Udara Rami dan depot amunisi militer di distrik Ayn Isa
Trump mengatakan tidak mendukung perang Turki melawan Kurdi di Suriah utara.
Turki mitra dagang besar AS dan anggota penting NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).
Militer Turki bersama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) akan melintasi perbatasan Suriah dalam waktu dekat.
Turki lama meminta AS untuk bermitra dalam perang melawan Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh), menangkap dan mendeportasi anggotanya yang bersarang di Turki.