Soal masalah keamanan Turki harus diselesaikan secara damai tanpa melangar kedaulatan Suriah.
Surat parodi itu diunggah saat surat Presiden AS Donald Trump baru baru ini yang ditujukan kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dicemooh publik.
Turki melancarkan serangan pada 9 Oktober dengan tujuan membersihkandaerah Suriah utara di dekat perbatasannya dari militan Kurdi, yang dipandangnya sebagai teroris yang terkait dengan militan pencari otonom dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
Dalam perubahan besar-besaran pada kebijakan militer AS, Gedung Putih mengumumkan pada 6 Oktober bahwa AS akan menarik pasukannya dari timur laut Suriah, membuka jalan bagi serbuan Turki ke wilayah tersebut
Permintaan itu akan menjadi puncak pembicaraan Erdogan minggu depan dengan sekutu Suriah, Presiden Rusia Vladimir Putin.
Turki akan tetap berada di wilayah tersebut karena memerlukan perlindungan.
Turki pada Kamis sepakat untuk menangguhkan ofensif selama lima hari di Suriah utara sementara pejuang Kurdi menarik diri dari daerah itu.
Segala upaya harus diarahkan untuk mengakhiri Operasi Musim Semi Perdamaian dan penarikan semua pasukan ilegal, termasuk tentara Turki dan AS dari wilayah Suriah.
AS dan Turki mencapai kesepakatan Kamis untuk gencatan senjata dalam serangan mematikan Turki terhadap pejuang Kurdi di Suriah utara.
Turki ingin menciptakan zona penyangga sedalam 30 kilometer (20 mil) di sisi perbatasan Suriah.