Rektor UT Prof. Ojat Darojat mengatakan pendidikan jarak jauh (PJJ) bukan hal asing bagi Universitas Terbuka, yang sudah mengadopsi sistem ini selama 36 tahun berkiprah.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemdikbud, Totok Suprayitno menjelaskan, alih-alih PJJ, yang akan dipermanenkan ialah penggunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran, sebagaimana yang dilakukan saat ini.
Kondisi itu, menurut Rerie, bisa jadi karena kesiapan guru baik pemahaman dan praktik melakukan pengajaran jarak jauh (PJJ) rendah.
Ojat Darojat mengapresiasi peran media massa dalam mensosialisasikan pendidikan jarak jauh (PJJ) kepada masyarakat luas.
Menurut Nasir, pembelajaran daring atau pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan hal yang sudah tidak bisa dihindari lagi, sebagai konsekuensi era Revolusi Industri 4.0
PJJ hanya bisa dilaksanakan bila perguruan tinggi bersangkutan sudah memiliki perkuliahan tatap muka (face to face).
PJJ, kata Nasir, juga meminimalkan penggunaan gedung dan fasilitas kampus yang selama ini membuat biaya kuliah cenderung mahal.