Anggota Komisi III DPR RI asal Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengeluarkan pernyataan yang menyebut agar aparat penegak hukum (APH) seperti polisi, hakim hingga jaksa tidak layak dijerat dengan OTT dalam kasus dugaan korupsi.
Junimart yang juga mantan Anggota Komisi III DPR RI itu menegaskan, sekalipun banyak oknum Polisi, Jaksa dan Hakim yang harus dihukum karena OTT, NKRI tidak akan pernah runtuh, sebagaimana alasan yang disampaikan oleh Arteria Dahlan dalam pernyataannya saat melakukan kunjungan dengan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/10).
Keputusan itu muncul setelah diskusi antara Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Pipat Ratchakitprakan dan Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang pada Rabu (15/9).
Tuduhan Kepada Klien Kami Tak Terbukti
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Junimart Girsang angkat bicara soal dugaan pelanggaran kode etik Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan pada perkara pengeroyokan tenaga kesehatan (Nakes) di Bandar Lampung.
MKD prinsipnya menunggu laporan resmi, jika ada laporannya pasti kita tindaklanjuti segera. Ini kan hanya keluhan, jadi belum bisa ditindaklanjuti.
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengklarifikasi adanya dugaan keterlibatan dirinya dalam insiden dugaan penganiayaan tenaga kesehatan di Puskesmas Kedaton yang menuai polemik.
Menurut Pakar Hukum Tata Negara Universitas Parahyangan Prof Asep Warlan Yusuf, PDI Perjuangan dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI harus segera menelusuri apakah tindakan tersebut masuk dalam kategori pelanggaran etik oleh Arteria Dahlan.
Aksi politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang bertingkah layaknya seorang lawyer pada kasus pengeroyokan tenaga kesehatan (Nakes) di Bandar Lampung oleh tiga pelaku di bawah umur menuai kritik.
Partai Demokrat angkat bicara soal tudingan politikus PDIP, Arteria Dahlan yang menyalahkan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena memilih warna biru putih untuk pesawat kepresidenan, yang dianggap tak menggambarkan Indonesia.