Antara 2011 dan 2018, para peneliti telah mengambil 30.000 usap hidung dari babi di rumah jagal di 10 provinsi China dan di rumah sakit hewan, yang membuat peneliti menemukan sekitar 179 virus flu babi.
Penyakit Flu Babi yang dilaporkan ilmuwan Tiongkok adalah penyakit yang disebabkan virus infulenza H1N1 galur baru dan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis).
Unit pelaksana teknis (UPT) Kementan yang berada di Sumatera Utara yakni Balai Veteriner Medan (BVet Medan) bersama dinas setempat telah melakukan investigasi dan penanganan kasus ASF di Pulau Nias.
Menurut dokumen itu, lanjut Yedioth Aharonoth, tentara Israel menggunakan hewan untuk mensimulasikan insiden angkatan laut dari banyak korban.
Dampak pemalsuan daging dan produk olahannya, yaitu kerugian ekonomi akibat penipuan, bahaya bagi kesehatan akibat zoonosis, foodboner disease dan reaksi alergi pada pangan tertentu.
Angka kematian Babi akibat ASF di Pulau Timor, NTT mencapai 4888 ekor.
Selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya.
Saat ini cara paling efektif untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit adalah pengawasan lalu lintas babi dan produknya serta penerapan biosekuriti yang ketat.
Kementan menaruh perhatian khusus pengendalian dan penanggulangan ASF, mengingat berdampak besar bagi masyarakat peternak kecil yang penghidupannya tergantung dari beternak babi.
Pemerintah China tengah berupaya keras untuk mengatasi wabah ini termasuk bekerja sama dengan WHO.