Hingga hari terakhir Presidensi pada 31 Agustus 2020, Indonesia telah memimpin 12 pertemuan terbuka, 12 pertemuan tertutup, 5 agenda tambahan, dan 12 pertemuan Badan Subsider DK PBB.
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah darurat negara untuk mencegah kerusakan tanaman dan korban dari Topan Bavi, yang diperkirakan akan melanda negara itu dalam beberapa hari.
Uni Emirat Arab membatalkan pertemuan dengan pejabat Israel dan Amerika untuk meresmikan normalisasi,
Kim Jong un mengatakan pada pertemuan politbiro partai yang berkuasa pada Kamis bahwa negara itu harus waspada dan menolak setiap tawaran bantuan asing untuk memerangi banjir untuk mencegah penyebaran virus.
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menggelar pertemuan dengan MUI. Agenda pertemuan itu, MUI menyampaikan masukan terkait RUU Ciptaker dan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Ketua DPR Puan Manarani. Dalam pertemuan itu, Puan bersama AHY membahas penanganan pandemi Covid-19.
Selain silaturahmi, pertemuan juga untuk membahas masalah terkait pendidikan di tengah pandemi Covid-19.
Kebutuhan akan saling bertemu atau bersilaturahmi, bertukar fikiran, bertukar informasi dan pengalaman antar petani mendesak untuk dilakukan
Kim Jong un mengadakan pertemuan politbiro darurat sebagai tanggapan atas situasi kritis di mana virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara tersebut.
Korea Utara belum melaporkan adanya kasus virus corona tetapi telah mengambil langkah-langkah pencegahan intensif, termasuk larangan pertemuan, perintah untuk memakai masker dan karantina wajib bagi pekerja perbatasan.